Senin, 7 September 2026

Erupsi Anak Krakatau, Atlet Indonesia ke Asian Games 2026 Dialihkan via Surabaya

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Tim nasional basket 5x5 putra Indonesia dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Senin (7/9/2026) dan akan menjalani pertandingan perdana pada 10 September. Foto: NOC Indonesia/Naif Muhammad A

Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada perjalanan sejumlah anggota Kontingen Tim Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.

Kondisi tersebut membuat skema penerbangan sejumlah atlet dan ofisial harus diubah karena terganggunya penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Todotua Pasaribu Chief de Mission (CdM) Tim Indonesia mengatakan, sekitar 32 anggota rombongan yang terdiri atas atlet basket, anggar, serta tim CdM terdampak perubahan rute perjalanan.

Rombongan sebelumnya dijadwalkan terbang dari Jakarta menuju Singapura sebelum melanjutkan perjalanan ke Nagoya, Jepang.

Namun, kondisi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta membuat Tim CdM harus menyiapkan jalur alternatif.

“Kami dari CdM langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktur Angkutan Udara, termasuk dengan maskapai internasional,” kata Todotua dalam keterangan resminya pada Senin (7/9/2026).

Sebagai langkah cepat, sejumlah atlet kemudian diarahkan menuju Surabaya untuk melanjutkan penerbangan internasional.

“Malam ini kami kirim teman-teman atlet ke Surabaya, kemudian sesuai jadwal mereka terbang ke Singapura dan dilanjutkan ke Nagoya malam ini,” ujarnya.

Todotua mengatakan, situasi penerbangan tersebut menjadi perhatian Tim CdM karena berpotensi memengaruhi mobilitas kontingen dalam beberapa hari ke depan.

Tim CdM terus memantau perkembangan kondisi penerbangan sekaligus menyiapkan sejumlah skenario alternatif untuk memastikan perjalanan atlet dan ofisial tetap berjalan.

“Situasinya cukup besar. Kami akan terus monitor dalam beberapa hari ke depan,” ujar Todotua.

Ia menyebut, berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) yang diterbitkan AirNav Indonesia, terdapat sejumlah penerbangan internasional dari Soekarno-Hatta yang mengalami pembatasan hingga 11 September.

“Secara resmi, berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) oleh AirNav Indonesia, ada beberapa penerbangan internasional yang mengalami locking dari Soekarno-Hatta sampai tanggal 11 September,” katanya.

Untuk mengantisipasi gangguan penerbangan, Tim CdM telah mengidentifikasi sejumlah bandara yang dapat digunakan sebagai alternatif, termasuk Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, dan Bandara Juanda Surabaya.

Koordinasi dengan pengurus cabang olahraga dan manajer tim juga terus dilakukan agar setiap perubahan perjalanan dapat segera disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet.

“Kami berharap aktivitas erupsi ini semakin rendah dan bisa dikendalikan, sehingga pada tanggal 11 September nanti Soekarno-Hatta sudah bisa kembali dibuka untuk penerbangan internasional,” kata Todotua.

Salah satu rombongan yang harus mengubah rute perjalanan adalah tim anggar Indonesia. Para atlet dan ofisial cabang olahraga tersebut diberangkatkan melalui Surabaya dengan rute Surabaya-Singapura-Tokyo.

Setelah tiba di Jepang, tim anggar dijadwalkan menjalani training camp di Tokyo. Pemusatan latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan mereka sebelum bertanding di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Todotua menegaskan, perubahan rute penerbangan merupakan persoalan nonteknis yang harus diantisipasi Tim CdM. Menurut dia, yang terpenting adalah memastikan gangguan perjalanan tidak mengganggu fokus atlet menjelang pertandingan.

“Kami terus melakukan mitigasi dengan teman-teman cabor dan team manager. Tugas kami adalah memastikan seluruh kebutuhan nonteknis bisa diantisipasi, sehingga teman-teman atlet tetap bisa fokus mempersiapkan diri untuk pertandingan,” ujarnya. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 7 September 2026
28o
Kurs