Senin, 27 Juli 2026

Fajar/Fikri Juara China Open 2026, Taklukkan Ganda Nomor Satu Dunia Asal Korea

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri pasangan ganda putra Indonesia juara China Open 2026 setelah mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dengan skor 16-21, 21-19, 21-19 di Changzhou pada Minggu (26/7/2026). Foto: PBSI

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri pasangan ganda putra Indonesia berhasil menjuarai China Open 2026 setelah mengalahkan unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dalam laga final di Changzhou pada Minggu (26/7/2026).

Fajar/Fikri harus berjuang selama tiga gim sebelum memastikan kemenangan dengan skor 16-21, 21-19, 21-19.

Gelar tersebut menjadi pencapaian istimewa karena pasangan Indonesia sukses mempertahankan gelar China Open sekaligus mencatatkan back to back juara setelah sebelumnya menjuarai Japan Open 2026.

Fajar Alfian mengaku bersyukur dapat menutup dua turnamen beruntun dengan hasil sempurna meski kondisi fisik mereka sudah terkuras.

“Kami mengucapkan syukur alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemenangan serta hasil maksimal di China Open ini. Mempertahankan gelar di sini, back to back juara juga setelah Japan Open pekan lalu. Terima kasih untuk semua yang selalu mendukung,” ujar Fajar.

Ia mengakui pertandingan final berlangsung sangat berat karena menghadapi pasangan peringkat satu dunia yang tampil jauh lebih agresif dibanding pertemuan sebelumnya.

“Di pertandingan tadi memang tidak mudah melawan ganda nomor satu dunia. Mereka bermain sangat all out, berani mencoba semuanya, agak berbeda dengan pekan lalu. Kami sebenarnya sudah sisa-sisa tenaga, dua minggu yang sangat melelahkan, tapi kami coba terus bertahan, mencari cara bagaimana untuk memenangkan pertandingan. Saya berterima kasih buat Fikri yang sudah meng-cover semua bagian area lapangan,” katanya.

Fajar berharap keberhasilan tersebut menjadi awal kebangkitan sektor ganda putra Indonesia sekaligus memotivasi para pemain muda untuk bersaing di level elite dunia.

“Ini rezeki dan hasil kerja keras kami. Semoga menjadi momentum untuk ganda putra semakin baik, bangkit lagi dengan junior-junior kami semakin termotivasi untuk terus mengejar dan menempel ranking kami jadi di level atas, yang ikut tidak hanya dua pasang tapi bisa tiga, empat bahkan lima,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan kegagalan meraih hasil maksimal di Indonesia Open menjadi motivasi besar untuk membuktikan kemampuan mereka.

“Hasil tidak maksimal di Indonesia Open, di kandang sendiri membuat kami terpukul, tapi dari situ pasti ada motivasi sendiri buat kami bisa menjawab keraguan semuanya,” tutur Fajar.

Sementara itu, Fikri justru menilai Fajar menjadi sosok yang terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan, terutama ketika dirinya melakukan kesalahan.

“Jujur saya tidak merasa meng-cover a Fajar hari ini, malah saya merasa sangat dibimbing tadi. Jika saya melakukan banyak kesalahan, dia tidak pernah mengerutu, tidak pernah menghakimi saya. Dia selalu membangkitkan semangat dan itu yang membuat saya jadi tidak lelah, tidak mudah capek,” kata Fikri.

Meski kondisi fisik keduanya menurun setelah menjalani dua turnamen berturut-turut, Fikri menegaskan mereka tetap berusaha mengerahkan kemampuan terbaik demi meraih gelar.

“Kondisi kami sudah menurun, tapi ini final, sayang banget kalau kami tidak memaksa. Alhamdulillah, dua minggu ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Usai menjuarai Japan Open dan China Open 2026, Fajar/Fikri langsung mengalihkan fokus ke Kejuaraan Dunia BWF 2026. (saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Surabaya
Senin, 27 Juli 2026
23o
Kurs