Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memanfaatkan momen final Piala Dunia 2026 sebagai ajang mempererat kebersamaan civitas academica dengan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kampus.
Bachtiar Sjaiful Bachri Wakil Rektor II Unesa mengatakan, sepak bola merupakan olahraga yang memiliki kekuatan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Karena itu, Unesa menggelar nonton bareng (nobar) final Piala Dunia dengan melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, mitra industri, pelaku UMKM, hingga warga sekitar kampus.
“Hari ini kita bersama-sama menyaksikan final Piala Dunia. Final Piala Dunia ini merupakan momen seluruh dunia. Sepak bola adalah satu-satunya olahraga yang dapat menyatukan dunia,” kata Bachtiar di sela kegiatan nobar final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026) dini hari.
Menurutnya, semangat persatuan yang lahir dari sepak bola sejalan dengan komitmen Unesa untuk membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Nilai itulah yang kita ambil untuk menyatukan Unesa dengan seluruh komponen yang ada, baik dosen, mahasiswa, karyawan, mitra industri, maupun masyarakat di sekitar kampus,” ujarnya.
Selain mempererat hubungan dengan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM.
Unesa menghadirkan berbagai stan kuliner dan produk lokal agar pelaku usaha memperoleh manfaat ekonomi dari tingginya antusiasme pengunjung.
Bachtiar menegaskan, sebagai perguruan tinggi, Unesa memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong pertumbuhan UMKM yang berada di lingkungan sekitar kampus.
“Unesa punya tanggung jawab juga untuk memajukan UMKM sekitar Unesa. Kami berharap UMKM juga tumbuh bersama Unesa,” katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan puluhan ribu mahasiswa menjadi potensi pasar yang besar bagi pelaku UMKM. Karena itu, pihak kampus ingin membangun hubungan yang saling menguntungkan antara mahasiswa dan pelaku usaha.
“Mahasiswa yang jumlahnya cukup banyak tentu memerlukan jasa teman-teman UMKM, baik untuk kebutuhan makan, konsumsi, jajanan, dan sebagainya. Kami berharap terjadi sinergi dan kerja sama yang baik. Mahasiswa membutuhkan UMKM, dan UMKM juga memerlukan keberadaan mahasiswa,” tutur Bachtiar.
Melalui kegiatan tersebut, Unesa berharap kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mampu menjadi penggerak kolaborasi sosial dan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

