Tim Hapkido Jawa Timur terus mematangkan persiapan untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido di Lampung dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri di Sulawesi Utara.
Angga Galih Hermanto pelatih hapkido Jatim mengatakan, timnya akan diperkuat tujuh atlet, dua pelatih, dan satu manajer yang menjalani pemusatan latihan di Kota Malang.
“Dalam waktu dekat kita mempersiapkan dua event. Pemusatan latihan dilakukan di Kota Malang karena memiliki fasilitas latihan yang memadai, serta menjadi daerah asal sebagian besar atlet,” kata Angga Galih Hermanto dalam Special Hoshinsul Training for Competition di Surabaya, Sabtu (22/8/2026).
Kejurnas Hapkido dijadwalkan berlangsung di Lampung pada 25 hingga 27 September 2026. Sedangkan PON Bela Diri di Sulawesi Utara diperkirakan digelar pada pekan ketiga Oktober 2026.
Ia menjelaskan, tujuh atlet yang disiapkan terdiri dari empat atlet nomor Daeryun atau kelas tarung dan tiga atlet nomor Seni, baik seni tunggal maupun berpasangan.
Dalam persiapan menghadapi dua ajang tersebut, kondisi fisik dan jam terbang atlet menjadi salah satu pekerjaan rumah yang terus dibenahi. Ia menilai persaingan antardaerah semakin ketat sehingga Jawa Timur tidak boleh menganggap remeh provinsi lain.
“PR terbesar kondisi fisik atlet. Kemudian jam terbang yang harus kita siapkan juga harus lebih banyak, karena provinsi-provinsi lain sudah sangat bagus juga, tidak bisa diremehkan,” ujarnya.
Untuk nomor Daeryun, Jawa Barat dan Sulawesi Utara menjadi dua provinsi yang ia waspadai. Sementara pada nomor Seni, Daerah Istimewa Yogyakarta menurutnya menjadi salah satu pesaing terberat.
Pihaknya memastikan, tim pelatih juga telah mempelajari karakter dan kekuatan calon lawan untuk menyiapkan strategi yang sesuai.
“Kami mempersiapkan beberapa strategi untuk menghadapi mereka nantinya,” katanya.
Hapkido Jatim menargetkan dua medali emas dari Kejurnas dan PON. Target itu menjadi upaya mempertahankan pencapaian pada Kejurnas Hapkido di Surabaya pada 2025 yang menghasilkan dua medali emas.
“Kami ingin mempertahankan itu. Kalau nanti ternyata hasilnya lebih baik, itu yang kami usahakan. Tapi kami tidak ingin terlalu muluk-muluk dulu karena ini juga atlet-atlet lama dan atlet-atlet baru yang kami persiapkan,” tutur Angga.
Sementara itu, Hans Susanto penyelenggara pelatihan, peningkatan kualitas tidak hanya dilakukan terhadap atlet Puslatda, tetapi juga pelatih dari berbagai daerah di Jatim.
Dalam pelatihan tersebut, atlet mendapatkan pembelajaran lebih detail mengenai teknik agar tidak melakukan kesalahan saat bertanding. Sementara pelatih mendapat materi mengenai cara menganalisis dan mengoreksi teknik atlet.
“Kalau untuk atlet, mereka di sini akan belajar hal-hal detail mengenai teknik-teknik supaya waktu nanti di kejuaraan tidak ada salah gerakan,” katanya. (ris/saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

