Andy Burnham Perdana Menteri Inggris kembali menegaskan desakannya agar terjadi pergantian kepemimpinan di FIFA.
Hal ini setelah Gianni Infantino Presiden FIFA membatalkan rencana kontroversial penjualan sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Burnham menilai pembatalan rencana itu belum cukup untuk mengakhiri polemik. Menurutnya, dunia sepak bola tak bisa begitu saja melupakan gagasan yang sempat memicu penolakan luas dari berbagai konfederasi dan pemangku kepentingan.
“Saya tidak percaya dia adalah orang yang tepat untuk membawa sepak bola melangkah maju di panggung dunia,” kata Burnham saat melakukan kunjungan ke Devon, Inggris pada Minggu (3/8/2026).
Ia menilai usulan FIFA tersebut telah menyinggung banyak pihak di komunitas sepak bola internasional.
“Rencana yang diajukan sangat menyinggung banyak orang di dunia sepak bola. Tidak bisa kemudian kita hanya melanjutkan semuanya seolah tidak pernah terjadi. Itu bukan sesuatu yang dapat diterima,” ujarnya dilansir dari ESPN.
Sebelumnya, FIFA menarik kembali rencana pembentukan anak perusahaan komersial yang akan mengelola turnamen-turnamen utamanya, termasuk Piala Dunia, sekaligus membuka peluang penjualan sebagian keuntungan kepada investor swasta. Langkah itu dibatalkan pada Jumat setelah mendapat penolakan keras dari sejumlah konfederasi.
Penolakan paling tegas datang dari UEFA. Organisasi yang membawahi sepak bola Eropa itu menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA dan membuka peluang untuk mendukung perubahan di level tertinggi organisasi tersebut.
UEFA juga menyatakan akan bekerja sama dengan konfederasi lain untuk memastikan rencana serupa tidak kembali muncul di masa mendatang.
“Tidak ada opsi yang boleh dikesampingkan,” demikian pernyataan UEFA.
Sebelum keputusan pembatalan diumumkan, 55 federasi anggota UEFA sepakat memboikot Piala Dunia dan seluruh kompetisi FIFA apabila rencana tersebut tetap dijalankan.
Sikap serupa kemudian disampaikan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang sama-sama menolak kebijakan tersebut.
Meski Infantino masih memperoleh dukungan dari sejumlah asosiasi sepak bola, termasuk Qatar sang tuan rumah Piala Dunia 2022, tekanan terhadap posisinya terus meningkat seiring munculnya kritik dari berbagai pihak.
Pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 di Rabat, Maroko. Batas akhir pendaftaran calon presiden ditetapkan pada 18 November 2026 atau empat bulan sebelum pemungutan suara. (saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

