Budo Festival 2026 menjadi momentum penguatan kerja sama olahraga antara Indonesia dan Jepang.
Melalui festival yang digelar di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (31/10/2026), Konsulat Jenderal Jepang memperkenalkan beragam seni bela diri tradisional Jepang sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pelatih dengan Jawa Timur.
Takonai Susumu Konsul Jenderal Jepang di Surabaya mengatakan, Jatim dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki banyak perguruan bela diri Jepang dengan jumlah peminat yang cukup besar.
Potensi tersebut dinilai menjadi modal untuk memperluas pengenalan berbagai cabang olahraga bela diri Jepang kepada masyarakat.
Takonai juga berharap festival ini dapat mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang melalui bidang olahraga.
“Karena banyaknya cabang olahraga yang dimainkan di Jawa Timur, sejak dahulu kami memiliki gagasan untuk menggelar Festival Budo di Jawa Timur,” kata Takonai.
Dia mengapresiasi dukungan KONI Jatim dan Unesa dalam penyelenggaraan Budo Festival 2026. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan olahraga kedua negara.
M. Nabil Ketua KONI Jatim menilai, festival tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya memperkenalkan seni bela diri Jepang, tetapi juga membuka ruang kolaborasi olahraga antara Indonesia dan Jepang.
Menurut Nabil, hubungan persahabatan kedua negara yang telah terjalin lama kini memiliki peluang untuk diperkuat melalui kerja sama yang lebih spesifik di bidang olahraga.
“Persahabatan Indonesia-Jepang ini sudah berjalan cukup lama. Namun, hari ini ada spesifikasi persahabatan dalam bidang olahraga dan kerja sama ini sangat menarik,” ujar Nabil.
Nabil juga berharap, Budo Festival tidak berhenti sebagai kegiatan pengenalan cabang olahraga, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari pembinaan prestasi secara berkelanjutan di Jawa Timur.
Salah satu aspek yang perlu diperkuat adalah partisipasi masyarakat. Semakin banyak masyarakat mengenal dan tertarik menekuni cabang olahraga bela diri Jepang, semakin besar pula peluang untuk menjaring bibit atlet potensial.
“Semangat partisipasi itu maksudnya semakin banyak masyarakat yang akan mengikuti dan tertarik dengan cabor-cabor tersebut. Itu yang mesti kita pikirkan,” tambahnya. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

