Laga kemudian ditentukan melalui adu penalti. Reza Arya yang masuk menggantikan Ernando Ari pada awal babak kedua tampil menentukan dengan menggagalkan dua eksekusi pemain Persib.
Penampilan tersebut membantu Persebaya meraih trofi Piala Presiden untuk pertama kalinya. Namun, Reza menilai keberhasilan itu tidak lepas dari perjuangan seluruh pemain, terutama setelah tim menjalani jadwal pertandingan dengan waktu pemulihan yang singkat.
“Kami bahkan tidak sempat menjalani latihan karena waktu pemulihan sangat singkat. Namun seluruh pemain memberikan segalanya di lapangan. Bermain lebih dari 100 menit hingga adu penalti tentu sangat menguras tenaga, tetapi semua perjuangan itu terbayar dengan gelar juara,” ujar Reza dalam konferensi pers.
Kiper berusia 26 tahun itu menyebut pencapaian di Piala Presiden memberikan energi positif bagi tim. Keberhasilan mengalahkan Persib dalam pertandingan final yang berlangsung hingga adu penalti dapat menjadi pengalaman berharga bagi pemain Persebaya sebelum menghadapi kompetisi yang lebih panjang.
Meski menjadi salah satu penentu kemenangan di babak adu penalti, Reza tetap menempatkan keberhasilan Persebaya sebagai hasil kerja kolektif. Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan keluarga, rekan-rekan, serta Bonek dan Bonita sepanjang turnamen.

NOW ON AIR SSFM 100

