Marc Marquez membalas kekalahan dari Jorge Martin dalam perebutan pole position dengan meraih kemenangan dominan pada Sprint MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi, Sabtu (3/10/2026).
Pembalap Ducati tersebut langsung mengambil alih posisi terdepan pada lap-lap awal meski Martin memulai balapan dari pole position.
Marquez memanfaatkan tikungan pertama dan kedua untuk menyalip rivalnya yang menjadi salah satu pesaing utama dalam perebutan gelar.
“Bahkan pada lap ideal, Martin masih berada di depan saya, jadi dia memang lebih cepat,” kata Marquez mengenai pertarungan kualifikasi.
Menurut Marquez, keunggulan Martin dan Aprilia terlihat terutama dalam satu lap. Namun, ritme balapan menjadi aspek yang membuatnya percaya diri untuk Sprint.
“Mereka memang kuat dalam satu lap, tetapi race pace adalah bagian di mana saya bisa sangat konsisten,” ujarnya dilansir dari Crash.
Marquez juga mengungkapkan perubahan kecil pada setelan Ducati membantunya tampil lebih nyaman dan cepat dalam Sprint.
“Untuk Sprint, dengan sedikit perubahan kami bisa menjadi lebih cepat dan lebih nyaman,” kata pembalap Spanyol tersebut.
Setelah mengambil alih posisi pertama, Marquez mampu mengendalikan jalannya balapan. Ia kemudian memperlebar jarak dari Martin pada lap kesembilan dari total 12 lap, sekaligus mencatatkan lap tercepat.
Marquez menyebut Martin sebagai rival paling berbahaya dalam Sprint. Selain Martin, Pedro Acosta dan Marco Bezzecchi sebelumnya juga diperkirakan menjadi pesaing dalam perebutan kemenangan.
Namun, persaingan berubah setelah Acosta terjatuh akibat insiden dengan Alex Marquez pada lap pertama. Sementara itu, Bezzecchi kehilangan kecepatan setelah memilih ban belakang medium.
“Bezzecchi, saya kira dengan ban medium sedikit kesulitan. Aneh, karena pagi tadi dia sangat cepat. Tetapi hanya perubahan suhu sedikit dan perubahan ban membuat grip ban sangat berbeda,” kata Marquez.
Situasi tersebut membuat pilihan ban menjadi salah satu persoalan penting menjelang balapan utama MotoGP Jepang pada Minggu (4/10/2026).
Martin yang sempat berada di posisi kedua mengalami penurunan performa akibat masalah keausan ban belakang pada lap-lap terakhir.
Ia kemudian mendapat penalti karena melebihi batas lintasan pada lap terakhir sehingga turun ke posisi ketiga.
Penalti serupa juga diterima Enea Bastianini yang sebelumnya melintasi garis finis di posisi ketiga. Hukuman tersebut membuat Diogo Moreira naik ke posisi kedua dan mencatatkan podium pertamanya di MotoGP Sprint.
Marquez ikut memberikan apresiasi kepada Moreira yang mampu finis di antara dirinya dan Martin.
“Diogo adalah salah satu pembalap paling berbakat yang pernah saya lihat, mampu mengendarai berbagai jenis motor,” ujar Marquez.
“Saya sangat senang untuk dia, sangat senang berada di sana ketika dia meraih podium Sprint pertamanya, dan lebih bahagia lagi karena dia finis kedua, berada di antara saya dan Martin,” lanjutnya.
Kondisi ban juga menjadi perhatian Ducati setelah Francesco Bagnaia mengalami kerusakan pada bagian ban belakang hingga harus masuk pit.
Masalah tersebut, ditambah keausan ban yang dialami Martin, membuat pilihan ban untuk balapan utama menjadi lebih sulit diprediksi.
Sebagian pembalap sebelumnya mempertimbangkan ban belakang soft untuk digunakan dalam jarak penuh balapan.
Namun, penurunan performa Martin dan masalah yang dialami Bagnaia dapat kembali mengarahkan pilihan ke ban medium.
“Kami perlu mengevaluasinya dengan baik karena menggunakan opsi soft berarti lebih berisiko. Ban medium terlihat sedikit lebih baik dari sisi temperatur dan mungkin masalah yang dialami beberapa pembalap bisa lebih kecil,” kata Marquez. (saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

