Alex Marquez menilai sang kakak, Marc Marquez, harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menghadapi tiga seri krusial dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Ketiga sirkuit tersebut adalah Phillip Island di Australia, Lusail di Qatar, dan Portimao di Portugal, yang dinilai berpotensi menguntungkan rival Marc, yakni Jorge Martin (Aprilia).
Marc kini hanya terpaut dua poin dari Martin setelah Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika. Selisih tersebut sama seperti sebelum kedua pembalap menjalani seri ke-17 musim ini.
Mandalika kembali menjadi sirkuit yang sulit bagi Marc dan Ducati. Meski berhasil memenangi balapan sprint, Marc hanya finis keenam pada balapan utama. Sementara itu, Martin finis keempat pada sprint dan ketiga dalam balapan utama.
Hasil ini membuat persaingan perebutan gelar tetap terbuka menjelang lima seri terakhir musim ini. Marc masih berada dalam posisi kuat untuk terus menekan Martin, tetapi tantangan di sejumlah sirkuit berikutnya diperkirakan tidak mudah.
Dari lima sirkuit tersisa, Portimao menjadi satu-satunya tempat Marc belum pernah meraih kemenangan.
Sebaliknya, Phillip Island, Sepang, Lusail, dan Ricardo Tormo di Valencia merupakan sirkuit yang pernah memberikan hasil positif baginya.
Alex menilai kakaknya berhasil melewati akhir pekan yang sulit di Indonesia tanpa kehilangan banyak poin dari Martin. Namun, ia mengingatkan bahwa Aprilia berpotensi tampil kuat di Australia, Qatar, dan Portugal.
“Dia berhasil menyelamatkan situasi, tanpa diragukan lagi,” kata Alex Marquez dilansir dari laman Crash.
“Saya tidak akan menyebutnya kemenangan, tetapi dia berhasil keluar dengan selamat dari sirkuit yang sulit baginya. Hasilnya imbang, masing-masing 22 poin antara Marquez dan Martin,” ujarnya.
Alex menilai persaingan gelar juara dunia masih sangat terbuka. Terutama ketika para pembalap memasuki sirkuit yang berpotensi menguntungkan Aprilia.
“Persaingan gelar akan sangat terbuka, meskipun sekarang kami akan menghadapi sirkuit seperti Australia, Qatar, dan Portimao, terutama karena Aprilia bisa tampil sangat baik di sana. Marc harus mengeluarkan jurus-jurus andalannya,” kata pebalap Gresini Racing tersebut.
Selain persaingan di lintasan, peluang penerapan team order atau instruksi tim juga mulai menjadi perhatian setelah GP Indonesia.
Aprilia memiliki dua pembalap di tiga besar klasemen, tetapi Marco Bezzecchi masih tertinggal 46 poin dari Martin dengan lima seri tersisa.
Dengan empat pembalap yang terbukti mampu bersaing memperebutkan kemenangan, Aprilia memiliki opsi untuk mengatur strategi tim demi membantu Martin dalam perebutan gelar.
Meski demikian, tim tersebut menyatakan akan menunggu beberapa seri sebelum mengambil keputusan.
Alex memperkirakan Ducati juga berpotensi menerapkan strategi serupa ketika persaingan memasuki tahap yang lebih menentukan. Namun, menurutnya, pembahasan mengenai instruksi tim masih terlalu dini.
“Jelas Aprilia memiliki gagasan yang cukup jelas. Mereka menginginkan gelar juara dan sedang berbicara dengan semua pebalapnya,” ujar Alex.
“Saya pikir waktunya akan tiba bagi Ducati untuk melakukan hal yang sama. Namun, sekarang masih terlalu dini, meskipun hanya ada beberapa balapan tersisa. Ketika kami sudah berada dalam situasi bersaing setiap hari Minggu, kami akan mengevaluasi semuanya,” pungkasnya. (saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

