Minggu, 4 Oktober 2026

Marquez Menang di Motegi, Tantangan Berikutnya Menanti di Mandalika

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Marc Marquez (kanan) memenangkan balapan utama MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi pada Minggu (4/10/2026). Foto: Crash

Marc Marquez mempersempit jarak dengan Jorge Martin dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 setelah memenangkan balapan utama di Motegi, Jepang, Minggu (4/10/2026).

Kemenangan tersebut menjadi modal penting sebelum Marquez menghadapi seri berikutnya di Sirkuit Mandalika, Indonesia.

Pembalap Ducati itu berhasil mengalahkan Martin dalam balapan 24 lap. Marquez yang sebelumnya tidak mampu mengambil alih posisi terdepan pada tikungan pertama memilih menjalankan strategi lebih sabar sebelum akhirnya menyalip Martin di tikungan sembilan.

Kemenangan di Motegi juga menjadi kemenangan ketiga Marquez dalam empat balapan utama terakhir. Hasil ini sekaligus membuat perolehan poinnya semakin dekat dengan Martin yang masih memimpin klasemen.

Balapan kali ini berlangsung dengan pilihan ban yang berbeda dari biasanya. Michelin menghapus ban belakang soft dari alokasi karena pertimbangan terkait kondisi ban, sehingga seluruh pebalap menggunakan kombinasi ban depan medium dan belakang hard.

Marquez menunjukkan kecepatannya sejak awal. Dia mencatat fastest lap pada lap kelima dan kemudian mulai mendekati Martin. Beberapa lap kemudian, pebalap sembilan kali juara dunia tersebut melakukan manuver untuk merebut posisi pertama di tikungan sembilan.

Setelah balapan, Marquez mengatakan kemenangan tersebut membuatnya kembali mendapatkan 37 poin dalam satu akhir pekan.

“Senang bisa mendapatkan 37 poin lagi. Pada Jumat perasaan saya sudah bagus, tetapi setelah melakukan sedikit perubahan pada balapan sprint, saya mulai merasa lebih baik dan lebih baik,” kata Marquez dilansir dari Crash.

“Targetnya sudah jelas dalam balapan, yaitu mencoba memimpin secepat mungkin. Ketika sudah memimpin, saya mencoba mengendalikan ritme balapan sesuai keinginan saya. Ketika Martin sedikit meningkatkan kecepatan, saya juga ikut meningkatkan kecepatan, tetapi tetap berusaha mengendalikan risiko dan ritme,” ujarnya.

Marquez mengakui rencana awalnya adalah memimpin sejak tikungan pertama. Namun, start Martin yang lebih baik membuatnya memilih tidak terburu-buru.

“Posisi idealnya adalah tikungan pertama. Namun, hari ini start dia bagus. Start saya tidak sebagus kemarin,” kata Marquez.

“Saya bersabar pada lap pertama karena dengan ban hard, kami hanya memiliki pengalaman menggunakan ban tersebut saat warm-up. Jadi, saya mencoba memahami batasnya. Setelah tiga lap, saya mulai menekan untuk memperkecil jarak, menyalipnya, dan mengendalikan ritme balapan,” lanjutnya.

Kemenangan tersebut juga menjadi bagian dari pencapaian Ducati. Marc Marquez ikut mengantarkan Gigi Dall’Igna, Ducati Corse General Manager, mencapai 100 kemenangan bersama pabrikan asal Italia tersebut.

“100 kemenangan bersama Ducati untuk Gigi. Saya menikmati pekerjaannya bersama seluruh timnya. Dia memang pemimpinnya, tetapi dia memiliki tim yang hebat,” ujar Marquez.

“Kami bersama-sama, berusaha untuk terus berkembang dan mengerjakan semua detail kecil untuk bersaing dengan dua pebalap ini,” tambahnya.

Kini perhatian Marquez beralih ke MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika. Seri tersebut berpotensi menjadi tantangan berbeda bagi pebalap Spanyol itu karena ia belum pernah menyelesaikan balapan utama MotoGP di Mandalika.

Mandalika dikenal sebagai salah satu sirkuit yang cukup menuntut dalam hal degradasi ban. Kondisi tersebut diperkirakan dapat lebih menguntungkan Aprilia dibandingkan Ducati.

Marquez menyadari tantangan tersebut. Ia mengatakan pengalaman di Mandalika masih menjadi pekerjaan rumah karena belum berhasil menyelesaikan balapan utama di sirkuit tersebut.

“Saya belum pernah menyelesaikan balapan di Indonesia. Saya sedikit kurang beruntung, tetapi tahun lalu dalam balapan sprint saya merasa tidak terlalu buruk setelah mendapat long lap penalty,” kata Marquez.

“Kami perlu memahami apa yang bisa kami lakukan dan saya merasa semakin baik. Sejak Aragon, perasaan saya sangat bagus. Kami hanya mengalami sedikit masalah di Austria, tetapi setelah itu kami kembali tampil kompetitif,” ujarnya. (saf/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 4 Oktober 2026
28o
Kurs