“Penurunan grip ban belakang sangat besar. Ban depan terasa sempurna,” kata Marquez.
Ia juga menjelaskan pendekatannya saat melewati Tikungan 10, salah satu titik pengereman keras di Sirkuit Mandalika. Marquez mengaku sengaja tidak memaksakan pengereman terlambat karena menilai risikonya lebih besar daripada potensi keuntungan.
Menurutnya, sejumlah pembalap berpeluang menyalipnya pada fase akhir balapan. Karena itu, ia memilih menjaga posisi dan menghindari manuver berisiko yang berpotensi menggagalkan hasil yang sudah diperoleh.
“Saya sedikit mengalah di Tikungan 10, tetapi itu memang strategi saya. Tidak mengambil risiko, karena dengan 12 lap tersisa, saya merasa Pedro Acosta dan Ai Ogura akan menyalip saya. Bahkan Fabio Di Giannantonio mungkin juga bisa melakukannya,” tuturnya.
Marquez mengakhiri balapan dengan selisih lebih dari 10 detik dari Bezzecchi yang keluar sebagai pemenang. Ia mengakui kecepatan yang dimilikinya belum cukup untuk menantang para pembalap di barisan depan selama jarak balapan penuh.
NOW ON AIR SSFM 100

