“Pertandingan sebenarnya berada dalam kendali kami, tetapi semuanya berubah pada momen terakhir. Kami unggul 2-0, kemudian banyak hal terjadi di lapangan. Saya juga tidak memahami mengapa gol kami dianulir,” kata Zico.
Meski demikian, Zico menegaskan Mesir tidak pernah menganggap pertandingan telah selesai ketika unggul dua gol. Ia menyadari Argentina merupakan juara bertahan sekaligus salah satu favorit meraih gelar Piala Dunia 2026.
“Kami tahu sejak awal bahwa kami menghadapi tim yang sangat kuat. Jika mereka menang murni karena kualitas permainan mereka, tentu kami bisa menerimanya dengan cara yang berbeda,” ujarnya.
Mostafa Shobeir kiper Mesir, memilih menyoroti perjuangan timnya sepanjang pertandingan. Ia mengakui ada sejumlah kesalahan yang dilakukan pada 10 menit terakhir, tetapi tetap bangga dengan penampilan rekan-rekannya.
“Tentu ada beberapa kesalahan yang kami lakukan pada menit-menit akhir. Namun kami bermain melawan juara dunia dan saya bangga dengan perjuangan seluruh tim,” kata Shobeir. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

