Persebaya Surabaya memasuki jeda kompetisi Super League 2026/2027 selama agenda FIFA Matchday.
Meski tidak ada pertandingan dalam sekitar dua pekan, Reza Arya Pratama tetap menjalankan program latihan untuk menjaga kebugaran.
Jeda kompetisi dimanfaatkan penjaga gawang anyar Persebaya itu bersama rekan-rekannya untuk memulihkan kondisi sekaligus mempertahankan kebugaran.
Tim pelatih telah memberikan program latihan yang wajib dijalankan setiap pemain selama masa jeda.
“Selama jeda kompetisi, kami tidak hanya libur. Pelatih sudah memberikan program latihan yang harus kami jalankan. Jadi, ketika kembali berkumpul dengan tim, kondisi kami bisa lebih baik dan siap bekerja lebih keras untuk pertandingan berikutnya,” terang Reza.
Menurut penjaga gawang berusia 26 tahun itu, program latihan tersebut penting agar kondisi fisik pemain tetap terjaga.
Pemain juga harus mempertahankan intensitas latihan sehingga tidak kehilangan kesiapan saat kembali menjalani latihan bersama tim.
“Latihan yang diberikan tentu kami jalankan dengan baik. Kami harus tetap menjaga kondisi, mulai dari kebugaran sampai intensitas latihan. Setelah kembali ke tim nanti, kami ingin berada dalam kondisi yang siap untuk mengikuti program dari pelatih,” tuturnya.
Persebaya sebelumnya menutup tiga pekan awal kompetisi dengan hasil imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9/2026).
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya sempat unggul melalui sundulan Alex Martins pada menit ke-84. Namun, Garudayaksa mampu menyamakan kedudukan lima menit kemudian sehingga kedua tim harus berbagi poin.
Reza menilai hasil tersebut belum sesuai dengan target Persebaya yang ingin meraih kemenangan di kandang. Karena itu, masa jeda juga menjadi kesempatan bagi tim untuk melakukan evaluasi sebelum kembali bertanding.
“Kami sudah bekerja keras, apalagi bermain di kandang. Seharusnya kami bisa meraih kemenangan. Ke depan, kami harus melakukan evaluasi dan tampil jauh lebih baik,” jelasnya. (saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

