Senin, 12 Oktober 2026

Radja Nainggolan Menilai Kariernya Bisa Berbeda Jika Dulu Memilih Timnas Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Robson Duerte pemain Persebaya Surabaya berebut bola dengan Radja Nainggolan penggawa Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (4/2/2024) sore. Foto: Persebaya Robson Duerte pemain Persebaya Surabaya berebut bola dengan Radja Nainggolan penggawa Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (4/2/2024) sore. Foto: Persebaya

Ia menggambarkan bagaimana pertandingan Timnas Indonesia melawan negara seperti Vietnam atau Irak dapat menarik puluhan ribu penonton. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya ruang bagi pemain untuk mendapatkan perhatian publik.

Menurut Nainggolan, popularitas di Indonesia juga dapat membuka peluang di luar lapangan. Pesepak bola tidak hanya memperoleh penghasilan dari kontrak klub, tetapi juga berpotensi membangun citra dan menjalin kerja sama komersial dengan berbagai merek.

Ia menyinggung bagaimana sejumlah pemain dapat memperoleh dukungan sponsor dari merek-merek mewah, seperti Louis Vuitton, Hublot, dan Rolex.

Nainggolan menilai popularitas semacam itu bisa menjadi modal penting ketika seorang pemain mengakhiri karier profesionalnya.

Pengalaman dan pengenalan publik terhadap seorang pesepak bola dapat dimanfaatkan untuk membangun karier baru sebagai figur publik, termasuk di dunia hiburan dan televisi.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Senin, 12 Oktober 2026
31o
Kurs