Selasa, 7 Juli 2026

Sport Intelligence Jadi Strategi Baru Tingkatkan Prestasi Atlet Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Marciano Norman Ketua Umum KONI Pusat menjadi keynote speaker dalam bedah buku "Sport Intelligence" di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Selasa (7/7/2026). Foto: Shava suarasurabaya.net

Pemanfaatan sport intelligence atau intelijen olahraga dinilai menjadi strategi baru yang dapat memperkuat sistem pembinaan atlet Indonesia di tengah persaingan olahraga dunia yang semakin mengandalkan data, informasi, dan analisis strategi.

Gagasan tersebut mengemuka dalam bedah buku “Sport Intelligence” karya Eman Sungkowo, Syarif Hidayat, Jerry Indrawan, dan Irandito Abdul Hakim Malik yang digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (7/7/2026).

Marciano Norman Ketua Umum KONI Pusat mengatakan, konsep sport intelligence telah mulai diperkenalkan sejak dirinya menjabat sebagai Ketua Umum KONI Pusat pada 2019.

Menurutnya, pembinaan olahraga modern tidak lagi cukup hanya mengandalkan sport science, tetapi juga membutuhkan kemampuan mengelola informasi dan intelijen secara sistematis.

“Pada 2019, saat pertama kali saya di KONI Pusat, saya menyampaikan kepada teman-teman bahwa media merupakan bagian dari sport intelligence karena memiliki jejaring yang luas untuk mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan para pembina olahraga di Indonesia,” ujar Marciano.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki sedikitnya 14 perguruan tinggi dengan fakultas keolahragaan yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan sistem pembinaan atlet berbasis riset dan data.

Berbekal pengalaman sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Marciano meyakini pendekatan intelijen dapat diterapkan dalam dunia olahraga untuk memperkuat proses pembinaan atlet nasional.

“Sekarang mari kita mencari satu jalan bagaimana memanfaatkan ilmu intelijen untuk meningkatkan pembinaan olahraga sehingga prestasi atlet Indonesia menjadi lebih baik,” katanya.

Menurut Marciano, olahraga saat ini telah mengalami transformasi besar. Kemenangan tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan fisik atlet, tetapi juga kecerdasan dalam mengolah data, membaca kekuatan lawan, serta menyusun strategi yang tepat.

“Olahraga telah menjadi pertempuran data dan pengelolaan informasi tingkat tinggi. Karena itu, sport intelligence menjadi bagian penting dalam membangun prestasi olahraga,” ujar Marciano.

Sebagai bentuk implementasi konsep tersebut, KONI Pusat telah membentuk badan khusus yang menangani sport intelligence dan berada langsung di bawah koordinasi Ketua Umum KONI Pusat.

Marciano menjelaskan, unit tersebut bertugas mengidentifikasi kelemahan pembinaan, memetakan peluang peningkatan prestasi, serta menghimpun berbagai informasi strategis yang dapat dimanfaatkan oleh induk organisasi cabang olahraga.

“Tugasnya mempelajari kelemahan kita, mencari peluang yang masih bisa dimanfaatkan, sehingga ke depan akan semakin banyak prestasi yang dapat diraih atlet Indonesia,” tuturnya.

Melalui pendekatan tersebut, KONI berharap sistem pembinaan olahraga nasional menjadi lebih terukur, adaptif, dan mampu meningkatkan daya saing atlet Indonesia pada berbagai ajang internasional. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 7 Juli 2026
29o
Kurs