Senin, 3 Agustus 2026

Tak Hanya Fisik, KONI Jatim Ingatkan Tekanan Mental Bisa Ganggu Prestasi Atlet

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
M. Nabil Ketua KONI Jawa Timur (Jatim) saat menerima audiensi DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Surabaya pada Senin (3/8/2026). Foto: Humas KONI Jatim

KONI Jawa Timur (Jatim) mengingatkan bahwa keberhasilan atlet tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik dan teknik, tetapi juga kondisi mental. Tekanan psikologis yang tidak dikelola dengan baik dinilai dapat menghambat perkembangan hingga menurunkan prestasi atlet.

M. Nabil Ketua KONI Jatim mengatakan, tekanan yang dialami atlet sering kali berasal dari berbagai faktor, mulai dari target juara, tuntutan pelatih, harapan orang tua, hingga ekspektasi dari diri sendiri.

Menurutnya, tekanan tersebut perlu mendapat perhatian yang sama seriusnya dengan pembinaan fisik.

“Bullying tidak selalu fisik. Target juara, tuntutan pelatih, ekspektasi orang tua, hingga tekanan dari diri sendiri juga bisa menjadi beban psikologis yang perlu diperhatikan,” kata Nabil di Surabaya, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, atlet yang telah berulang kali meraih prestasi justru menghadapi tekanan lebih besar untuk mempertahankan pencapaiannya. Sementara atlet pemula juga harus menghadapi beban untuk membuktikan diri dan meraih kemenangan.

“Justru atlet yang sudah sering menang memiliki tekanan lebih besar untuk mempertahankan prestasi. Sementara atlet pemula juga tertekan untuk bisa menjadi juara. Keduanya sama-sama memiliki beban mental,” ujarnya.

Selain tekanan prestasi, Nabil menyoroti kebiasaan atlet laki-laki yang cenderung memendam persoalan dibandingkan menceritakannya kepada orang lain.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperburuk kesehatan mental jika tidak mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Ini fenomena yang belum banyak dibahas. Anak laki-laki ketika menghadapi masalah sering tidak menyalurkannya kepada orang tua. Di dunia olahraga, mereka lebih banyak berinteraksi dengan pelatih. Jika semua dipendam, tentu akan menghambat perkembangan dan prestasi,” katanya.

Untuk itu, KONI Jatim akan menginisiasi deklarasi yang mendorong atlet laki-laki lebih berani menyampaikan keluhan, tekanan, maupun persoalan kepada pelatih sebagai figur terdekat dalam proses pembinaan.

Program tersebut akan melibatkan pelatih dan atlet dari berbagai cabang olahraga sebagai langkah awal membangun budaya komunikasi yang lebih terbuka di lingkungan olahraga.

Pelatih diharapkan tidak hanya berperan meningkatkan kemampuan teknis atlet, tetapi juga menjadi tempat yang aman bagi atlet untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi. (saf/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Senin, 3 Agustus 2026
27o
Kurs