Pada jenjang S1, bantuan pendidikan diberikan dalam bentuk pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sementara itu, calon mahasiswa S2 dan S3 dapat memilih jalur reguler atau Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sesuai persyaratan yang berlaku.
Melalui skema RPL, pengalaman dan capaian pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya dapat dipertimbangkan dalam proses pendidikan tinggi. Skema ini memberikan alternatif bagi atlet dan pelatih yang memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga untuk melanjutkan studi.
Meski memperoleh dukungan biaya pendidikan, penerima beasiswa tetap diwajibkan menjaga prestasi olahraga dan mempertahankan indeks prestasi kumulatif (IPK) selama menjalani perkuliahan. Ketentuan tersebut dimaksudkan agar pengembangan akademik tetap berjalan beriringan dengan pembinaan prestasi olahraga.
Dukungan Unesa ini sejalan dengan pencapaian kontingen Indonesia pada Asian Para Games 2026. Reda Manthovani Chef de Mission Kontingen Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan setelah tim Merah Putih melampaui target perolehan medali dengan meraih delapan emas, delapan perak, dan 22 perunggu.
Sejumlah mahasiswa Unesa turut berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Mutiara Cantik Hartanto, mahasiswa S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, menyumbangkan medali perak pada nomor 100 meter gaya dada putri SB9 dan perunggu pada nomor estafet renang 4 x 100 meter medley relay 34 poin.
NOW ON AIR SSFM 100

