Selasa, 21 Juli 2026

Warga Gaza Rayakan Gelar Juara Dunia Spanyol di Tengah Puing Perang

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Warga Gaza menyaksikan Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina ruang terbuka di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, Minggu (19/7/2026) malam waktu setempat. Foto: Instagram @Amerzenaty

Warga Palestina di Jalur Gaza berkumpul di sejumlah kafe dan ruang terbuka di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, untuk menyaksikan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, Minggu (19/7/2026) malam waktu setempat.

Di tengah puing bangunan akibat perang, anak-anak hingga orang dewasa menyaksikan pertandingan melalui layar yang dipasang secara sederhana. Mereka membawa bendera Palestina dan Spanyol, serta bersorak ketika Ferran Torres penyerang Spanyol mencetak gol dan memastikan gelar juara dunia La Roja.

Adapun pertandingan itu menjadi kesempatan bagi warga Gaza untuk sejenak melepaskan diri dari tekanan perang, blokade, dan kesulitan hidup yang mereka hadapi setiap hari.

Banyak warga memilih mendukung Spanyol sebagai bentuk penghargaan atas sikap negara tersebut yang dinilai konsisten mendukung rakyat Palestina.

“Kami berkumpul untuk mendukung Spanyol karena negara itu telah berdiri bersama rakyat Palestina selama bertahun-tahun,” kata Numan Abdullah warga Gaza yang menyaksikan pertandingan tersebut kepada Anadolu.

Menurut Abdullah, kebersamaan warga saat menonton final juga membawa pesan perdamaian dan solidaritas kepada negara-negara yang mendukung perjuangan Palestina. “Kami adalah bangsa yang menginginkan perdamaian,” ujarnya.

Spanyol mengunci gelar juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Kemenangan itu jadi gelar dunia kedua Spanyol, setelah sebelumnya menjadi juara pada 2010. Sementara Argentina gagal mempertahankan gelar yang diraihnya pada Piala Dunia 2022.

Perayaan warga Gaza sendiri berlangsung di tengah situasi keamanan yang masih belum stabil. Israel disebut terus melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 1.144 warga Palestina meninggal dunia dan 3.703 lainnya terluka akibat pelanggaran gencatan senjata hingga, Jumat (17/7/2026).

Sejak konflik pecah pada Oktober 2023, serangan militer Israel di Gaza dilaporkan telah merengut lebih dari 73 ribu korban jiwa warga Palestina dan melukai lebih dari 173 ribu orang. Sekitar 90 persen infrastruktur sipil di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan. (bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 21 Juli 2026
29o
Kurs