Minggu, 21 April 2024

Kiai dan Guru Ngaji Berkirim Surat Mintakan Izin Khofifah ke Jokowi

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan
Dzikir Kebangsaan sekaligus penyerahan 1 000 tanda tangan oleh koordinator Madura di Ponpes Al Anwar Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan.Foto: Istimewa

Seribu tanda tangan ulama se-Madura menandai keseriusan para ulama mendukung Khofifah Indar Parawansa Menteri Sosial maju di Pilgub Jatim. Nantinya, tanda tangan ini akan dikirim ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini dilakukan Aliansi Santri Pemuda Ekonom dan Kyai (ASPEK) Madura untuk meminta izin dan restu dari Presiden Jokowi.

“Seribu tanda tangan (kiai, guru ngaji) sudah terkumpul, dan siap diserahkan pada bapak Presiden,” kata Muklis Muksin Ketua ASPEK Madura, dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, Senin (25/9/2017) dalam Dzikir Kebangsaan sekaligus penyerahan 1 000 tanda tangan oleh koordinator Madura di Ponpes Al Anwar Desa Patereman, Kecamatan Modung, Bangkalan.

Khofifah dinilai mempunyai kemampuan yang lebih dan merupakan kader terbaik Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, Ketua Umum PP Muslimat ini mempunyai sifat Siddik, Amanah, Tabligh dan Fatonah.

Terlepas dari itu, Mensos ini juga dianggap memiliki pemikiran kedepan yang bagus untuk kemajuan Provinsi Jatim. Sehingga Khofifah sangat pantas untuk memimpin Jatim lima tahun kedepan, supaya Jatim bisa lebih makmur, adil dan sejahtera.

Lanjut Muckhlis, tujuan dari pengumpulan tanda tangan ulama sendiri untuk memintakan izin supaya Khofifah diizinkan maju dalam Pilgub Jatim 2018. Sebab saat ini Khofifah menjabat sebagai Mensos.

Seribu tanda tangan tersebut diserahkan para koordinator yang dikumpulkan selama ini pada ASPEK pusat. Mereka koordinator dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kemudian akan diserahkan langsung kepada Presiden Jokowi.

Lebih Lanjut Muklis, para ulama memilih memberikan dukungannya pada Khofifah karena sejumlah alasan. Salah satunya Khofifah merupakan kader terbaik NU, dan mempunyai kemampuan yang mumpuni untuk memimpin Jatim kedepan.

“Jatim sangat membutuhkan sosok pemimpin seperti bu Khofifah. Kami berharap bapak Presiden memberikan izin pada bu Khofifah untuk bisa maju dalam Pilgub Jatim. Dzikir kebangsaan ini dihadiri sekitar 400 kiai se Madura,” kata pengasuh Ponpes Al Anwar itu.

Hal senada juga diucapkan KH Abdul Hamid Manan. Ia menyatakan dirinya ikut membubuhkan tanda tangan dukungan pada Khofifah sebagai calon Gubernur Jatim karena yang bersangkutan dinilai mempunyai sifat Siddik, Amanah, Tabligh dan Fatonah.

“Semoga ibu Khofifah diizinkan maju Pilgub Jatim oleh bapak Presiden. Pengumpulan tanda tangan ini inisiatif dari kami, alias alami tanpa syarat. Dan mudah-mudahan pilgub nanti tidak ada kecurangan seperti pengalaman sebelum,” ujar kiai Hamid. (fik/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Minggu, 21 April 2024
28o
Kurs