Minggu, 27 September 2020

Petugas Pemilu Jatim yang Meninggal Jadi 94 Orang, Surabaya Terbanyak

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Thomy Heru Siswantoro (47) Anggota KPPS TPS 19 Kelurahan Pacarkeling yang meninggal dunia dimakamkan di Pemakaman warga Karanggayam Teratai, Surabaya pada Kamis (25/4/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net

KPU Jawa Timur mencatat, sudah ada sebanyak 94 orang petugas pemilihan umum di Jawa Timur yang meninggal karena berbagai sebab sampai tanggal 7 Mei 2019 lalu. Sebagian besar dari jumlah itu merupakan petugas pemilu Surabaya.

Rochani Komisioner KPU Divisi Sumber Daya Manusia mengatakan, 94 orang petugas pemilu yang meninggal itu terdiri dari berbagai unsur antara lain Petugas PPS, KPPS, Linmas hingga sekretariat KPU seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur

“Berdasarkan data yang masuk, ada yang dengan gejala pingsan, ada yang kejatuhan tenda saat mendirikan TPS, ada yang mual muntah. Apakah itu karena faktor kelelahan atau tidak, itu bukan kapasitas kami menjelaskan,” katanya.

Data KPU Jatim, sebagaimana disebutkan Rochani, daerah dengan petugas pemilu meninggal terbanyak adalah Surabaya. Sementara, ada juga daerah lain di Jawa Timur yang tidak ada satupun petugas pemilunya meninggal, seperti di Pacitan, Trenggalek, dan Kota Batu.

“Paling banyak Kota Surabaya. Ada 11 orang. Tulungagung 5 orang, Kabupaten Kediri 6 orang. Lainnya rata-rata di bawah lima, tapi ada yang zero seperti di Pacitan, Trenggalek, Kota Blitar, dan Kota Batu,” ujarnya.

Sebagian besar petugas itu, kata Rochani, meninggal pascapemilu atau setelah hari pemungutan suara 17 April 2019. Selain itu, ada juga yang meninggal sebelum Pemilu atau saat proses pengiriman logistik.

“Kebanyakan sih setelah proses. Kalau pas jatuhnya pas hari H ada, pusing, mual di bawa ke rumah sakit. Kalau meninggal di tempat tidak ada. Ada juga yang sebelum hari-H mengalami kecelakaan saat pengiriman logistik,” kata Rochani.

Sedangkan petugas pemilu yang sampai saat ini mengalami sakit atau dalam perawatan, Rochani menyebutkan, ada sebanyak 846 petugas. KPU Jatim bekerja sama dengan Dinkes Jatim untuk menangani ini.

“KPU Jatim bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim untuk menyiapkan tenaga medis dan pertolongan pertama. Kalau teman-teman pusing dan sebagainya sudah ada tenaga medisnya. Kepolisian juga memfasilitasi posko kesehatan,” ujarnya.(den/tin/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Bintang Rahmadani

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Minggu, 27 September 2020
29o
Kurs