Rabu, 28 Oktober 2020

Agus Mahfud Pengamat Politik: Serangan Isu Corona Terhadap MA-Mujiaman Tidak Efektif

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Machfud Arifin-Mujiaman, calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya. Foto : Istimewa

Agus Mahfud Fauzi Pengamat Sosial-Politik memprediksi, setelah penetapan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya oleh KPU Kota Surabaya, Rabu (23/9/2020), kampanye hitam (black campaign) akan meningkat.

Sebagaimana diketahui, KPU Kota Surabaya hari ini telah menuntaskan rapat pleno dan menetapkan Machfud Arifin (MA)-Mujiaman dan Eri Cahyadi-Armuji sebagai dua paslon peserta Pilwali Surabaya 2020.

Pihak pemenangan MA-Mujiaman, dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net menuding, sebelum penetapan calon, kubu Eri-Armuji memanfaatkan isu corona untuk menyerang MA-Mujiaman.

Terutama karena tidak datangnya Machfud Arifin pada tahap cek kesehatan di RSUD dr. Soetomo gelombang pertama. Isu itu menurut Tim MA-Mujiaman masih terus digulirkan, padahal MA sudah negatif.

MA-Mujiaman telah melakukan dua gelombang tes pemeriksaan kesehatan. Itu menjadi bukti telah sembuhnya MA dari virus SARS CoV-2 dan KPU juga sudah menegaskan bahwa semua Paslon Pilwali surabaya negatif Covid-19.

Agus menilai, politik menyerang atau black campaign tidak banyak berpengaruh untuk menarik simpati pemilih. Kampanye hitam hanya akan menjadi isu sensasional tapi tidak berefek terhadap pemilih.

“Pemilih itu tidak melihat masa lalu, tapi melihat masa depan. Serangan politik atau black campaign tidak terlalu ngefek,” dalam keterangan pers yang sama.

Mantan komisoner KPU Jatim itu menegaskan, banyak motif di balik politik menyerang. Salah satunya untuk menjatuhkan lawan, mendapatkan apresiasi dari simpatisan, bahkan karena ada ketakutan terhadap lawan.

“Bisa jadi karena ketakutan kepada sang lawan. Tapi sekali lagi saya bilang, dengan black campaign tidak akan terlalu berpengaruh,” ujarnya.

Agus menuturkan, kalau memang ada rasa ketakutan terhadap lawan, dia menyarankan agar pasangan calon melakukan kampanye positif. Paslon yang menampilkan black campaign justru akan mendapati pendukung yang sedikit.

“Soal kesehatan itu ada ahlinya, bukan kapasitas paslon atau tim kampanye menilai kesehatan,” ucapnya.

Menurutnya, di dalam politik pendidikan politik lebih penting ketimbang kampanye hitam. Paslon yang menampilkan pendidikan politik akan dapat apresiasi dari warga atau simpatisan, selain tidak menghabiskan energi sang calon.

“Menurut saya lebih baik mas Eri atau pak Armuji dan timnya meninggalkan pola itu, kalau memang pak MA tidak sehat biarkan itu menjadi wewenang tim medis yang mengatakan. KPU sudah menetapkan kedua paslon lolos syarat administrasi. Tim pak MA juga demikian,” ujarnya.

Menurut Agus, yang lebih penting di masa mendatang adalah menonjolkan program dan memainkan isu bagaimana membangun Surabaya ke depan. Terutama program penanganan covid, karena Surabaya masih tinggi.

“Yang pertama penentu tentang penyelesaian covid, salah satu calon mampu menyelesaikan covid, tidak cukup solusi nanti, tapi sekarang sangat mungkin diterima masyarakat,” katanya.(den/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Rabu, 28 Oktober 2020
32o
Kurs