Selasa, 24 November 2020

Pimpinan DPR Menegaskan RUU Cipta Kerja Mendukung Pelaku UMKM

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI. Foto: Farid Suarasurabaya.net

Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI mengapresiasi muculnya substansi dukungan dan kemudahan perizinan pelaku Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

Menurut Azis, UMKM di masa pandemi Covid-19 harus mendapat perhatian khusus supaya bisa bertahan, bahkan menjadi motor pembangkit perekonomian nasional pascakrisis ekonomi 1998.

Legislator asal Lampung itu berharap, nantinya para pengusaha kecil dan mikro lebih gampang mendirikan Perseroan Terbatas (PT) berbadan hukum yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Sebelumnya orang mendirikan PT harus membayar Rp50 juta dan sangat rumit proses perizinannya. Dalam klaster UMKM dan Koperasi di Ciptaker,  akan lebih dipermudah baik perizinan dan lainnya. Sehingga, dana Rp50 juta yang biasa dibayarkan waktu mendaftarkan PT bisa dimanfaatkan untuk modal usaha bagi para pelaku usaha kecil,” ujarnya di Jakarta, Minggu (4/10/2020).

Lebih lanjut, politisi Golkar itu menjelaskan, UMKM akan mendapatkan bantuan dan perlindungan hukum kalau terjadi sesuatu dalam proses perjalanan usahanya.

Pengusaha kecil akan mendapatkan  pendampingan hukum kalau terjadi sebuah perkara, serta pendampingan untuk meningkatkan daya saing usaha dan kemudahan permodalan.

Dengan begitu, Azis optimistis hasil produk UMKM bisa bersaing dengan produk usaha besar, di arena pasar bebas dan perkembangan zaman.

“Nantinya produk atau jasa UMKM bisa masuk dalam pengadaan barang dan jasa Pemerintah, Lembaga atau pun BUMN. Bahkan, UMKM akan mendapatkan Dana Alokasi Khusus untuk kegiatan pemberdayaan dan pengembangan” ungkapnya.

Mantan Ketua Badan Anggaran itu menegaskan, UMKM nantinya akan mendapatkan prioritas lokasi strategis untuk usahanya seperti di bandara, pelabuhan, stasiun dan rest area melalui pola kemitraan.

Sehingga, bukan cuma pelaku usaha besar saja yang ada di tempat-tempat strategis.

“Biasanya kalau kita mampir ke rest area atau terminal baik udara, laut dan darat cuma melihat rumah makan dan toko milik pengusaha besar. Nantinya, UMKM hadir di lokasi-lokasi tersebut. Saya berharap masyarakat mau membeli produk UMKM untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah pandemi dan meminimalisir terjadinya krisis ekonomi,” pungkasnya.(rid/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Selasa, 24 November 2020
34o
Kurs