Sabtu, 21 Mei 2022

Pengamat Politik: Soal Jabatan Presiden Tiga Periode, Cuma Politik Sesaat

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan

Kabar terkait jabatan Presiden Republik Indonesia yang bakal diperpanjang tiga periode seperti yang disampaikan Amien Rais, dinilai pengamat politik cuma kepentingan politik sesaat.

“Itu hanya untuk kepentingan politik sesaat saja. Kalaupun benar dilakukan tentu saja akan memunculkan banyak persoalan baru,” kata Sucahyo Tri Budiono Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Senin (15/3/2021).

Cahyo sapaan Sucahyo Tri Budiono menambahkan, jika benar kabar itu direalisasikan maka pelaksanaan pemikihan presiden pada periode ketiga bisa jadi dilaksanakan. Tetapi akankah mampu membendung munculnya impeachment dari banyak pihak?

“Kalau soal pemilihan presiden yang berlangsung di periode ketiga bisa saja terwujud. Tetapi bagaimana dengan impeachment yang bisa jadi disampaikan oleh banyak pihak? Ini juga perlu diperhatikan,” tambah Cahyo.

Itu risiko besar yang harus dihadapi bangsa ini, lanjut Cahyo. Di sisi lain, hipotesa yang menyatakan semakin lama suatu kekuasaan semakin korup justru akan menjadi kenyataan.

“Indonesia belum cukup dewasa untuk menjalankan demokrasi dengan benar dan lengkap. Masih belum siap berdemokrasi dengan benar. Beberapa kasus muncul sebagai bentuk kekecewaan publik pada pemimpinnya,” tegas Cahyo.

Karena itu, Cahyo menegaskan kembali bahwa jika periode ketiga pemilihan presiden dapat diwujudkan tetapi akan banyak kendala atau hambatan yang bisa jadi bakal muncul. Dan tentu saja hal ini akan memunculkan ongkos politik dan dampak yang tidak sedikit.(tok/iss/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 21 Mei 2022
25o
Kurs