Senin, 29 November 2021

Pesan Presiden untuk Kepala Daerah dan Tambahan Pesan dari Gubernur Jatim

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Gladi bersih simulasi pelantikan Kepala dan Wakil Kepala Daerah Terpilih, Rabu (24/2/2021) di Grahadi. Foto: Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur telah melantik enam pasang kepala daerah terpilih untuk enam daerah pelaksana Pilkada di Jatim, Jumat (26/2/2021).

Pasangan Mochammad Nur Arifin-Syah Muhammad Nata Negara telah resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek untuk periode 2021-2024.

Selain itu Sugiri Sancoko-Lisdyarita resmi jadi Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo; Ony Anwar Harsono-Dwi Rijanto Jatmiko Bupati dan Wakil Bupati Ngawi.

Kemudian Achmad Fauzi-Dewi Khalifah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep; Karna Suswandi-Khoirani, Bupati dan Wakil Bupati Situbondo; serta Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah, Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi.

Kepada Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik, Khofifah mengucapkan selamat. Dalam sambutannya dia juga menyampaikan pesan Presiden kepada mereka.

“Pesan dari Pak Presiden, bagaimana seluruh Kepala Daerah bisa bekerja cepat dan detail. Saya menambahkan cepat, tepat, dan detail,” ujar Khofifah setelah mengambil sumpah jabatan dan melantik mereka.

Khofifah mengatakan, pasangan Bupati dan Wali Kota terpilih yang dilantik hari ini telah mendapat dukungan sangat besar dari masyarakat meski di tengah pandemi Covid-19.

Itu terbukti dari angka partisipasi masyarakat pada Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 yang lebih tinggi dari partisipasi masyarakat pada Pilkada 2018 yang digelar sebelum Pandemi.

“Partisipasi kali ini mencapai 67,68 persen melebihi Pilkada di luar Covid-19 yang waktu itu 66 persen. Artinya bapak/ibu Bupati begitu kuat mendapat amanat masyarakat meski di tengah pandemi,” ujarnya.

Khofifah menyadari, tuntutan untuk bekerja cepat dari Presiden untuk para Kepala Daerah harus mereka lakukan di tengah pandemi Covid-19 yang belum berhenti penyebarannya di Jatim.

“Pesan Pak Presiden adalah gas dan rem. Kita harus tahu kapan harus mengegas dan kapan harus mengerem. Kita diharapkan mampu membuat ekonomi Indonesia take off pada April,” katanya.

Khofifah pun berharap, kalau sebelumnya ekonomi Jatim dan Indonesia terkontraksi, pada Maret nanti para Kepala Daerah sudah bisa melakukan berbagai percepatan pertumbuhan ekonomi.

Salah satu yang dia pesankan adalah percepatan realisasi dana desa, yang pada Maret mendatang sudah bisa masuk ke masing-masing rekening desa dengan jumlah mencapai 40 persen.

“Bahkan untuk desa mandiri, targetnya lebih besar lagi. Mencapai 60 persen,” ujarnya.

Khofifah menyampaikan, 60 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim berasal dari konsumsi rumah tangga. Demikian halnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan di Jatim.

Kalau di Indonesia 4,3 persen pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah tangga, di Jatim konsumsi rumah tangga menyumbang 4,8 persen pertumbuhan ekonomi.

Percepatan realisasi program dana desa dia harap bisa segera terjadi supaya program-program itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga daya beli masyarakat bertumbuh.

Khofifah juga berpesan agar para Kepala Daerah terpilih dengan segera memastikan keberseiringan antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) masing-masing Kabupaten/Kota.

“Keberseiringan RPJMD dengan RPJMD Provinsi dan RPJMN sangat penting. Sebentar lagi bapak ibu akan menyampaikan visi-misi kepada DPRD dan saya mohon RPJMD agar segera disahkan,” ujarnya.

Keberseiringan RPJMD Kabupaten/Kota dengan RPJMD Provinsi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dia harapkan dapat memberikan multiplier effect yang lebih signifikan.

Tidak hanya itu, RPJMD yang akan diturunkan menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) juga dia harap berseiring dengan Rencana Kerja (RKP) nasional.

“RKP Nasional ada revisi. Di antaranya perubahan sistem sosial, yang di dalamnya ada perubahan sistem kesehatan nasional. Setelah RKP pusat mengalami revisi, RKPD Provinsi mengalami revisi, maka saya mohon RKPD Kabupaten/Kota berseiring,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan tentang lima program prioritas nasional dari Presiden dan Wakil Presiden untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

“Ujung tombak peningkatan daya saing ini adalah kualitas SDM. Ini menjadi satu dari lima program prioritas Pak Presiden dan Pak Wakil Presiden. Secara spesifik soal kualitas SDM dari Pak Presiden, yang beliau ingin address adalah penurunan stunting,” ujarnya.

Karena itulah, Khofifah juga menujukan pesan Presiden ini kepada Ketua Penggerak PKK Jatim dan para istri Bupati/Wakil Bupati yang hari ini juga dilantik sebagai Ketua Penggerak PKK di masing-masing daerah.(den/dfn/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 29 November 2021
26o
Kurs