Rabu, 17 April 2024

Survei SMRC: Warga Tidak Percaya PKI Bangkit

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Tangkapan layar Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad menerangkan hasil survei terkait persepsi publik terhadap Pancasila secara virtual sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube SMRC TV di Jakarta, Jumat (1/10/2021). Foto : Antara

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei persepsi masyarakat terkait isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hasilnya menunjukan, mayoritas koresponden tidak percaya isu itu.

Hasil survei itu diumumkan di Jakarta, Jumat (1/10/2021). Sebanyak 84 persen responden dari total 981 orang tidak percaya dengan isu kebangkitan PKI.

“Yang setuju hanya 14 persen, yang tidak menjawab dua persen,” kata Saidiman Ahmad Manajer Program SMRC saat pemaparan survei yang berlangsung secara virtual.

Dari kelompok yang percaya isu PKI bangkit, 49 persen di antaranya menilai itu akan menjadi ancaman bagi negara. Sementara 24 persen berpendapat, kebangkitan PKI tidak terlalu mengancam keutuhan negara.

Dikutip dari Antara, merujuk pada penelitian SMRC dalam kurun waktu enam tahun terakhir, yakni sejak 2015-2021, Sadiman mengatakan bahwa rumor kebangkitan PKI tidak banyak mendapat respons masyarakat.

“Isu kebangkitan PKI tidak banyak direspons warga. Oktober 2015 sampai September 2021, yang merespon atau percaya berkisar 10 sampai 16 persen. Tidak terlalu signifikan antusiasme kepercayaan publik terkait PKI,” imbuh Saidiman.

Terkait isu yang dikaitkan, SMRC melanjutkan penelitian persepsi publik terhadap Presiden Jokowi bagian dari PKI. Hasil survei menunjukan 75 persen responden tidak percaya terhadap isu tersebut.

Namun masih ada 8 persen responden yang memercayai, sementara 16 persen sisanya memilih tidak menjawab.

“Yang percaya dengan isu PKI tidak banyak berubah dari 2017 hingga 2021, hanya berkisar 3 sampai 8 persen”, ucap dia.

SMRC juga meneliti lebih detail kelompok mana yang percaya PKI bangkit di Indonesia. Hasil survei menunjukan bahwa persepi publik terhadap isu tersebut hanya terkait dengan pilihan politik pada Pemilihan Presiden 2019.

“Warga yang percaya sekarang terjadi kebangkitan PKI lebih banyak ditemukan pada massa pemilihan Prabowo-Sandi hingga 27 persen. Dari sisi massa pemilih partai, yang percaya kebangkitan PKI lebih banyak datang dari massa pemilih PKS, Gerindra, dan Demokrat,” tutur Saidiman Ahmad.

Ada 34 persen responden yang mendukung PKS percaya isu kebangkitan PKI, kemudian 27 persen pendukung Gerindra, dan 26 persen pendukung Partai Demokrat.

SMRC menganalisa bahwa komitmen warga negara terhadap Pancasila tidak terkait dengan persepsi terhadap isu kebangkitan PKI.

“Masyarakat yang percaya dan tidak terkait kebangkitan PKI memilih berkomitmen yang relatif sama terhadap negara yang dijalankan berdasarkan Pancasila,” ujar Saidiman.(ant/wld/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Rabu, 17 April 2024
28o
Kurs