Senin, 18 Oktober 2021

Tinjau RS Darurat di Surabaya, Ketua DPR RI: Pasien Covid-19 Jangan Dipingpong

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Puan Maharani Ketua DPR RI meninjau RS Darurat Lapangan Tembak Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/7/2021). Foto: istimewa

Puan Maharani Ketua DPR RI, siang hari ini, Kamis (8/7/2021), meninjau kesiapan Rumah Sakit Darurat Lapangan Tembak Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur, dalam merawat pasien terinfeksi Virus Corona.

Ketua DPR RI datang untuk menjalankan fungsi pengawasan terkait penanganan pandemi Covid-19.

Setibanya di RS Darurat Lapangan Tembak Kedung Cowek, Puan langsung menuju ruang ICU dan menemui para dokter serta tenaga kesehatan.

Lalu, Puan menuju ruang UGD, ruang perawatan, dan menjajal salah satu tempat tidur di ruang perawatan serta mengecek persediaan obat di ruang penyimpanan obat.

Berdasarkan data yang dipegang Puan, Rumah Sakit Darurat Lapangan Tembak Kedung Cowek sudah menyiapkan 600 tempat tidur pasien, 10 dokter setiap hari, serta 100 perawat/bidan dan paramedis lainnya untuk merawat pasien Covid-19.

“Ini salah satu contoh yang pernah saya sampaikan, bahwa kita butuh terobosan untuk mengatasi persoalan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit yang di beberapa daerah sudah mencapai lebih dari 80 persen. Kalau kita bisa bangun RS darurat yang cepat, maka ayo segera kita bangun. Kalau perlu alih fungsi beberapa lokasi menjadi rumah sakit, maka ayo segera kita alihfungsikan,” ujarnya di lokasi.

Turut mendampingi Puan, Ery Cahyadi Wali Kota Surabaya, Said Abdullah Ketua Badan Anggaran DPR RI, Charles Honoris Wakil Ketua Komisi IX, Diah Pitaloka Wakil Ketua Komisi VIII, dan Dolfie O.F.P Wakil Ketua Komisi XI DPR RI.

Lebih lanjut, politisi bernama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi mengingatkan pemerintah daerah jangan sampai membuat bingung masyarakat yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat.

“Masyarakat butuh ruang perawatan, jangan sampai pasien Covid-19 yang menunggu, jangan sampai pasien Covid-19 dipingpong,” tegasnya.

Mantan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan berharap, pemerintah perlu bekerja dengan rasa kedaruratan (sense of emergency), tidak prosedural.

“Kalau kita hanya mengikuti prosedur biasa, maka RS Darurat Lapangan Tembak Surabaya ini tidak akan bisa cepat jadi,” ucap Puan.

Selain meninjau Rumah Sakit Darurat Lapangan Tembak Kedung Cowek, Puan juga punya agenda meninjau pelaksanaan vaksinasi di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya.

Vaksinasi itu akan berlangsung 20 hari, dimulai pada 6 Juli 2021 dengan target 50 ribu orang per hari.

Sesudah meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Puan bersama Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan akan bertemu Khofifah Indar Parawansa Gubernur Provinsi Jawa Timur.

Pada pertemuan itu, Ketua DPR ingin mendengarkan penjelasan Gubernur Jawa Timur terkait strategi penanganan pandemi Covid-19.(rid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Senin, 18 Oktober 2021
29o
Kurs