Kamis, 9 Februari 2023

Libatkan Masyarakat Awasi Pemilu, Bawaslu Jatim Luncurkan Gerakan Partisipatif

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
A Warits ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jatim, saat memberi sambutan di acara sosialisasi dan launching gerakan masyarakat pengawas partisipatif (Gempar) di Surabaya, pada Selasa (29/11/2022). Foto: Risky suarasurabaya.net

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur meluncurkan Gerakan Masyarakat Pengawas Partisipatif (Gempar) bersama Simpul Kelompok Masyarakat di Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (29/11/2022) di Surabaya.

A Warits Ketua Bawaslu Jatim mengatakan, gerakan tersebut diluncurkan sebagai upaya untuk mengawasi Pemilu serentak tahun 2024.

“Rakyat tidak bisa sekadar sebagai objek, tetapi harus kita dorong bersama-bersama untuk ikut mengawasi,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa partisipasi masyarakat merupakan faktor penting dalam urusan bernegara, salah satunya dengan ikut menyukseskan pemilu.

Ini agar tidak ada lagi praktik-praktik yang dilarang, baik waktu kampanye maupun saat proses pemilu itu berlangsung.

“Gerakan ini mengarahkan ke pengawasan yang lebih baik, tidak mungkin Bawaslu sendiri, harus dengan elemen masyarakat, karena orangnya terbats, tenaganya juga terbatas,” ucapnya.

Suasana sosialisasi dan launching gerakan masyarakat pengawas partisipatif (Gempar) yang diadakan oleh Bawaslu Jatim di Surabaya, pada Selasa (29/11/2022). Foto: Risky suarasurabaya.net

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa pemilu bukan milik Bawaslu atau Komisi Pemilihan Umum (KPU), melainkan milik masyarakat secara keseluruhan.

“Mengapa kita harus jaga pemilu itu? Supaya pemilu tidak menjadi kepentingan-kepentingan segelintir orang, harus menjadi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Warits berharap adanya gerakan tersebut, dapat melibatkan semua elemen kebangsaan secara aktif untuk berpartisipasi menjadikan pemilu sehat di tahun 2024.

“Untuk menjaga pemilu dan merajut akar kebangsaan, harapannya dapat menimbulkan kesadaran merawat Indonesia, agar bangsa ini tidak terpecah belah karena urusan pemilu,” ucapnya.(ris/dfn/ipg)

Berita Terkait