Kamis, 8 Desember 2022

Pertemuan Airlangga-Puan Bisa Jadi Penentu Terjalinnya Koalisi KIB-PDIP

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Airlangga Hartarto Menteri Perekonomian didampingi Yasona Hamonangan Laoly Menteri Hukum dan HAM, Sri Mulyani Menteri Keuangan, Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sofyan Djalil Menteri Agraria dan Tata Ruang, serta Ida Fauziah Menteri Tenaga Kerja mendatangi gedung parlemen untuk menyerahkan draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja kepada Puan Maharani Ketua DPR RI, Rabu (12/2/2020). Foto: Faiz suarasurabaya.net

Ujang Komarudin Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) menilai pertemuan Puan Maharani Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) dengan Airlangga Hartarto Ketua Umum Golkar yang rencananya berlangsung hari Sabtu (8/10/2022), sebatas silaturahmi.

Menurutnya, pertemuan kedua elite partai politik tersebut bukan dalam rangka menjalin koalisi untuk Pilpres 2024.

“Saya melihat sulit kalau disebut PDIP merapat ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Safari politik Puan merupakan pelaksanaan amanat Rakernas II PDIP bulan Juni lalu yang memerintahkan Puan untuk menjalin silaturahmi dengan ketua umum partai lain,” ujarnya di Jakarta, Jumat (7/10/2022).

PDIP dan KIB, lanjut Ujang, punya jalan masing-masing yang membuat keduanya sulit dipertemukan dalam satu wadah koalisi.

“PDIP punya gengsi sendiri dan KIB punya kekuatan sendiri. Itu dua poros partai yang sepertinya akan jalan masing-masing di pilpres mendatang. PDIP punya capres sendiri, KIB nanti punya capres dan cawapres sendiri,” jelasnya.

Dia bilang, pertemuan yang berlokasi di Silang Monas, Jakarta Pusat, cuma bentuk silaturahmi dan komunikasi antar elite politik.

“Saya meyakini PDIP dan KIB agak sulit berkoalisi, karena masing-masing beda kepentingan. Masing-masing juga punya capres sendiri. Artinya, meski nanti bertanding, tapi yang namanya politik perlu berkomunikasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ujang menyebut safari politik Puan tidak berhenti sampai bertemu Airlangga. Puan juga bakal menemui ketum partai lain seperti Zulkifli Hasan (PAN) dan Muhamad Mardiono (PPP).

“Tentu juga harus bertemu dengan Pak Zulhas, Pak Mardiono, dan dengan ketum partai-partai lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Nyarwi Ahmad Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) menilai Airlangga dan Puan memiliki hubungan baik sebagai politisi mau pun waktu sama-sama menteri.

“Mbak Puan dan Pak Airlangga, merupakan dua sosok yang memiliki track record bagus dan menonjol di antara para pimpinan parpol di Indonesia saat ini,” katanya, Jumat (7/10/2022).

Dia menjelaskan, keduanya sama-sama pernah punya pengalaman mengelola Pemerintahan sebagai Menteri Koordinator.

“Mbak Puan pernah menjadi Menteri di periode pertama Pemerintahan Presiden Jokowi. Sedangkan Airlangga masih menjabat Menteri Koordinator bidang Perekonomian,” ungkapnya.

Nyarwi melihat, pertemuan kedua tokoh itu sangat memungkinkan menarik gerbong koalisi KIB yang dipimpin Golkar untuk menjalin blok koalisi politik yang lebih besar dengan PDIP.

Menurutnya, kerja sama itu memungkinkan karena kedua partai yang ada dalam koalisi tersebut, PAN dan PPP juga memiliki pengalaman bersama sebagai partai pendukung Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

PDIP dan Golkar, lanjutnya, merupakan partai yang sama-sama dikenal sebagai partai nasionalis yang selalu lekat dengan dengan narasi-narasi besar untuk memperkokoh semangat gotong royong, memperkokoh ikatan kebangsaan dan melanjutkan agenda-agenda pembangunan.

“Kedua partai ini pada dasarnya banyak memiliki kesamaan. Makanya peluang koalisi Mbak Puan dan Pak Airlangga sebenarnya hanya tinggal menunggu waktu saja,” pungkasnya.(rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Kamis, 8 Desember 2022
26o
Kurs