Minggu, 3 Maret 2024

Bawaslu Jatim Patroli Siber Awasi Kampanye Digital

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Nur Elya Anggraini Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Jatim saat mengisi sambutan dalam kegiatan kolaborasi pengawasan Pemilu di Surabaya, pada Senin (4/12/2023). Foto: Risky suarasurabaya.net Nur Elya Anggraini Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Jatim saat mengisi sambutan dalam kegiatan kolaborasi pengawasan Pemilu di Surabaya, pada Senin (4/12/2023). Foto: Risky suarasurabaya.net

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan mengoptimalkan pengawasan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 melalui patroli siber.

“Kalau pengawasannya, kami pasti meningkatkan pengawasan. Kami akan patroli tidak hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya,” ucap Nur Elya Anggraini Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Jatim, di Surabaya, Senin (4/12/2023).

Patroli siber atau pengawasan melalui cara-cara digital, kata dia, merupakan hal yang penting. Karena, seiring dengan perkembangan zaman mulai banyak yang berubah terkait dengan cara-cara berkomunikasi.

“Karena ujaran kebencian, politisasi SARA, adu domba itu pindah kan, mulai pindah sekarang dari dunia nyata ke dunia maya,” sebutnya.

Nur Elya Anggraini Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Jatim saat mengisi sambutan dalam kegiatan kolaborasi pengawasan Pemilu di Surabaya, pada Senin (4/12/2023). Foto: Risky suarasurabaya.net
Nur Elya Anggraini Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Jatim saat mengisi sambutan dalam kegiatan kolaborasi pengawasan Pemilu di Surabaya, pada Senin (4/12/2023). Foto: Risky suarasurabaya.net

Dalam kesempatan itu, dia kembali mengingatkan perangkat desa hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) harus netral.

Menurutnya, setiap manusia memiliki kecenderungan untuk memilih, dan perangkat desa hingga ASN juga punya hak memilih. Sehingga, mereka tetap menggunakan hak pilih tetapi harus mampu menjaga netralitas di hadapan publik.

“Jadi, semuanya harus bekerja secara netral,” tuturnya.

Untuk memaksimalkan seluruh bentuk pengawasan Pemilu, dia juga berharap masyarakat dan media bisa turut menjadi pengawas.

“Kalau ada informasi apa pun terkait dengan Pemilu, apalagi terkait dengan dugaan pelanggaran Pemilu, itu sampaikan saja kepada kami, pasti akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya.(ris/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
26o
Kurs