Rabu, 8 Mei 2024

Jokowi Presiden Tegaskan Kesatuan ASEAN Masih Terpelihara Baik

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Joko Widodo Presiden RI bersama para pemimpin ASEAN saling bergandeng tangan dalam pembukaan KTT ke-43 ASEAN di Jakarta, Selasa (5/9/2023). Foto : Biro Pers SetPres

Kesatuan negara-negara anggota ASEAN di tengah keberagaman yang dimilikinya kembali digaungkan oleh Joko Widodo Presiden saat secara resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-43 ASEAN yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Selasa, 5 September 2023.

Jokowi menegaskan bahwa kesatuan ASEAN masih terpelihara dengan baik hingga saat ini.

“Yang Mulia, pada momentum yang baik ini, sebagai anggota keluarga dan sebagai Ketua ASEAN, saya ingin menegaskan bahwa kesatuan ASEAN sampai dengan saat ini masih terpelihara dengan baik,” ujar Jokowi dalam pidato pembukanya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa kesatuan tersebut jangan diartikan tidak ada perbedaan pendapat.

Bagi Indonesia yang memiliki beragam suku, budaya, bahasa, dan agama, lanjut Presiden, kesatuan itu adalah sebuah harmoni dalam perbedaan, termasuk di dalamnya perbedaan pendapat.

“Karena perbedaan pendapat justru menyuburkan demokrasi, justru menunjukkan bahwa kita sebagai keluarga memiliki kedudukan yang setara,” imbuhnya.

Menurut Presiden, saat ini kesetaraan sudah menjadi barang langka di dunia. Banyak ketidakadilan dan konflik terjadi akibat tidak adanya kesetaraan.

“Tapi di ASEAN berbeda. Kesetaraan justru menjadi _value_ utama yang kita hormati dan kita junjung bersama dalam bingkai persatuan dan kebersamaan sehingga kapal besar ASEAN dapat terus melaju,” ungkapnya.

Jokowi juga menyebut bahwa ASEAN telah menyadari situasi dunia yang tidak baik-baik saja serta tantangan masa depan yang makin berat yang mengakibatkan perebutan pengaruh oleh kekuatan-kekuatan besar.

Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden Jokowi menegaskan bahwa ASEAN sudah sepakat untuk tidak menjadi proksi bagi kekuatan manapun dan sepakat untuk bekerja sama dengan siapapun bagi perdamaian dan kemakmuran.

“Jangan jadikan kapal kami, ASEAN, sebagai arena rivalitas yang saling menghancurkan, tapi jadikanlah kapal ASEAN ini sebagai ladang untuk menumbuhkan kerja sama, untuk menciptakan kemakmuran, menciptakan stabilitas, menciptakan perdamaian yang tidak hanya bagi kawasan tapi juga bagi dunia,” tegasnya.

Di penghujung pidatonya, Jokowi mengajak seluruh negara anggota ASEAN dan negara mitra untuk bekerja mewujudkan kerja sama yang setara dan saling menguntungkan.

“Yang Mulia, samudera dunia terlalu luas untuk dilayari seorang diri. Dalam perjalanan kita, akan ada kapal-kapal lainnya, kapal-kapal mitra ASEAN. Mari kita bersama mewujudkan kerja sama yang setara yang saling menguntungkan untuk berlayar bersama menuju ‘Epicentrum of Growth’,” tegasnya.(faz/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Massa Hari Buruh Berkumpul di Frontage Ahmad Yani

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Surabaya
Rabu, 8 Mei 2024
27o
Kurs