“Jika ditemukan calon jemaah yang meninggal dunia, harus segera dilakukan koordinasi dengan ahli waris. Harus dijelaskan apakah ada anggota keluarga yang menggantikan atau mekanisme pengembalian dana,” ujarnya.
Setelah proses validasi selesai, Gus An’im meminta hasil pemutakhiran data daftar tunggu haji nasional disampaikan kepada masyarakat secara terbuka.
Transparansi tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada jutaan calon jemaah mengenai posisi antrean dan perkiraan waktu keberangkatan.
“Masyarakat harus mendapatkan informasi yang transparan mengenai berapa sebenarnya jumlah calon jemaah yang berada dalam antrean dan estimasi masa tunggunya. Jangan sampai masyarakat mendapatkan informasi yang berbeda-beda,” tuturnya.
Ia juga meminta setiap regulasi maupun kebijakan baru terkait penyelenggaraan haji, baik dari Kemenhaj maupun Pemerintah Arab Saudi, segera disosialisasikan kepada masyarakat.

NOW ON AIR SSFM 100

