Denny berharap, kegiatan semacam ini dapat memperkuat pemahaman bahwa aksi kemanusiaan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kepedulian dapat tumbuh dari keterlibatan sederhana yang dilakukan bersama-sama.
“Gotong royong tidak harus menunggu kita memiliki banyak hal. Kepedulian bisa dimulai dari langkah kecil, dari kemauan untuk terlibat dan berbagi. Yang terpenting, semangat itu tidak berhenti ketika acara selesai,” katanya.
Selain membawa pesan kemanusiaan, Merah Muda Fest 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan sejarah, kebugaran, edukasi, dan kreativitas.
Salah satu agenda utama adalah napak tilas Kongres Pemuda II dengan rute sekitar tiga kilometer. Perjalanan dimulai dari Museum Sumpah Pemuda, melewati Gereja Katedral, dan berakhir di Taman Lapangan Banteng.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengenang proses lahirnya Sumpah Pemuda sekaligus memahami kontribusi tokoh-tokoh penting, seperti Mohammad Yamin, Sugondo Djojopuspito, dan Tabrani, dalam perjalanan sejarah persatuan Indonesia.
NOW ON AIR SSFM 100

