Pemilihan Lapangan Banteng sebagai lokasi festival juga memiliki nilai historis. Kawasan tersebut dahulu menjadi lokasi gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), tempat pembukaan Kongres Pemuda II pada 27 Oktober 1928.
Di luar kegiatan sejarah, festival turut menghadirkan senam bersama yang diikuti sekitar 1.000 peserta, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta lokakarya bahasa isyarat dan daur ulang sampah.
Panggung hiburan diisi pertunjukan seni, stand-up comedy, dan musik. Sejumlah agenda lainnya meliputi diskusi tentang gerakan anak muda untuk kemanusiaan, doa bersama bagi keselamatan bangsa dan negara, serta penghormatan kepada maestro musik Indonesia almarhum Guruh Soekarnoputra.
Festival ini juga menghadirkan penampilan Souljah dan Pasmingbased untuk menyemarakkan suasana acara.
Denny mengatakan, semangat yang dibangun melalui Merah Muda Fest akan dilanjutkan dalam agenda Public Pulse 28 pada 28 Oktober 2026.
NOW ON AIR SSFM 100

