Keduanya kemudian berpelukan di hadapan para santri dan tamu undangan. Prabowo tetap mengenakan kefiyyeh tersebut selama rangkaian acara berlangsung.
“Saya merasa sangat bahagia ketika melihat beliau hadir, dan saya memutuskan untuk memberikan kefiyyeh Palestina kepada beliau, untuk berterima kasih kepada beliau,” tuturnya.
Bagi Abdalfatah, kefiyyeh itu bukan sekadar kain atau simbol budaya. Benda itu membawa ingatan tentang sejarah dan perjuangan panjang rakyat Palestina.
Pelukan dengan Prabowo pun meninggalkan kesan mendalam bagi diplomat Palestina tersebut. Ia mengaku merasakan bahwa rakyat Palestina tidak berjuang sendirian.
“Saya mungkin menangis setelah itu karena ketika saya memeluk beliau, saya merasa bahwa kami tidak sendirian. Indonesia berdiri bersama Palestina dan rakyat saya tidak sendirian di Gaza dan Tepi Barat,” ungkapnya.

NOW ON AIR SSFM 100

