Pesawat tempur Israel kembali melancarkan operasi militernya dengan melakukan serangan udara di pinggiran selatan Beirut, Lebanon pada Kamis (5/3/2026) waktu setempat.
Sebelumnya militer Israel mengumumkan peringatan darurat agar warga di seluruh pinggiran selatan Beirut untuk mengungsi dari seluruh area Dahieh.
Sementara itu, terhitung sejak Senin (2/3/2026) hingga Kamis (6/3/2026) hari ini, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan jumlah korban meninggal dunia akibat serangan Israel terus menunjukkan peningkatan menjadi 123 dan 683 lainnya luka-luka.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Joseph Aoun Presiden Lebanon melakukan dialog aduan dengan Emmanuel Macron Presiden Prancis. Joseph meminta Prancis untuk melakukan intervensi dengan Israel menyusul ancaman evakuasi yang dilontarkan otoritas Israel.
Di lain sisi, Presiden Prancis tersebut justru sudah mengisyaratkan kesiapannya untuk melakukan kontak bantuan darurat ke Lebanon melalui dialog dengan Nabih Berri Ketua Parlemen Lebanon.
Eskalasi konflik terjadi ketika Hizbullah melancarkan serangan udara berupa tembakan rudal dan drone ke arah Israel. Serangan tersebut merupakan balasan atas terbunuhnya Ali Khamenei sang Pemimpin Tertinggi Iran serta menyusul serangan berulang Israel ke Lebanon.
Seperti diketahui ketegangan terus berlanjut karena Israel merespons dengan serangan udara mematikan kepada target Hizbullah dan mengerahkan pasukan darat ke wilayah Lebanon selatan.(ant/mar/wld/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
