Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mulai hari ini, Senin (5/10/2026), resmi bertugas di lingkungan Istana sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Hal itu ditandai dengan prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kepala Staf Kepresidenan dari Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Prosesi sertijab berlangsung siang menjelang sore hari ini di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Para pegawai di Kantor Staf Presiden (KSP) melepas Dudung dengan doa supaya bisa menjalankan tugasnya dengan baik di Kementerian Koordinator bidang Politik dan Keamanan.
Di saat yang sama, mereka juga menyambut kedatangan Jenderal Sigit sebagai Kepala Staf Kepresidenan dengan penuh semangat.
Dalam sambutannya, Dudung mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai KSP yang sudah bekerja sama selama sekitar enam bulan terhitung mulai April 2026.
Kemudian, dia juga meminta Jenderal Sigit melanjutkan berbagai program positif yang ada di KSP, untuk menyelesaikan berbagai permasalahan terkait program-program prioritas Pemerintah.
“Jadi, KSP harus mengawal program prioritas Presiden, program unggulan Bapak Presiden, kemudian program yang berkaitan dengan strategi nasional. Artinya bahwa banyak hal-hal, kegiatan-kegiatan dari kementerian-kementerian yang kemudian tidak masuk pada ujungnya, atau tidak bisa diselesaikan, maka Kepala Staf Kepresidenan yang menyelesaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Jenderal Sigit menyatakan siap memimpin KSP berbekal pengalamannya sebagai Kapolri, dan catatan berisi capaian serta pekerjaan rumah yang belum terselesaikan dari Dudung Abdurachman.
“Tentunya kami siap untuk melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan, mengambil keputusan di situasi sulit sehingga kemudian bottleneck permasalahan yang selalu ada dan mengganggu program Bapak Presiden bisa kami selesaikan. Karena kami paham bahwa Presiden memiliki program Asta Cita, 17 program prioritas, dan juga program-program lain di sisi ketahanan pangan, energi, kemudian hilirisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan juga berbagai macam program yang saat ini terus didorong,” katanya.
Seperti diketahui, Prabowo Subianto Presiden sudah beberapa kali mengganti Kepala Staf Kepresidenan periode 2024-2029.
Sebelumnya, Presiden mengganti Letjen TNI (Purn) Anto Mukti Putranto dengan Muhammad Qodari yang awalnya menjabat Wakil Kepala Staf Kepresidenan. Lalu, Qodari digantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Bersamaan dengan reshuffle Kabinet Merah Putih, tanggal 1 Oktober 2026, Presiden melantik Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Dudung Abdurachman yang menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan.
Sekadar informasi, KSP adalah lembaga nonstruktural yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
KSP bertugas memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam pengendalian program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.
Payung hukum KSP yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2015 yang disempurnakan dengan Perpres Nomor 83 Tahun 2019.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Kepala Staf Kepresidenan membentuk tim khusus dan gugus tugas lintas kementerian dan/atau lembaga terkait untuk penanganan masalah tertentu. (rid/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

