Rabu, 4 Februari 2026

PKB Tunjuk Manarul Hidayah Sebagai Plt Ketua Dewan Syura Gantikan Ma’ruf Amin

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Abdul Muhaimin Iskandar (kedua kiri) Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa melantik sejumlah pimpinan DPW PKB di kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Foto: Antara

Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) resmi menunjuk K.H. Manarul Hidayah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Syura PKB. Kiai Manarul Hidayah menggantikan posisi K.H  Ma’ruf Amin mantan Wakil Presiden RI yang sebelumnya memutuskan mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Penunjukan itu diumumkan langsung oleh Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin Ketua Umum DPP PKB, usai melantik jajaran pimpinan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia di kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (3/2/2026) malam kemarin.

“Jadi, Ketua Dewan Syura PKB sekarang dijabat oleh pelaksana tugas. Pelaksana tugasnya adalah K.H. Manarul Hidayah,” ujar Cak Imin seperti dilansir Antara.

Cak Imin menjelaskan, penunjukan pelaksana tugas dilakukan sebagai langkah organisatoris setelah Ma’ruf Amin menyampaikan keputusannya untuk mundur atau mengambil jeda dari jabatan Ketua Dewan Syura.

Menurutnya, keputusan tersebut telah dibahas secara internal dan diambil demi menjaga kesinambungan kepemimpinan, serta fungsi strategis Dewan Syura dalam struktur PKB.

Ia menegaskan, Dewan Syura bukan sekadar lembaga simbolik, melainkan memiliki peran penting dalam menjaga nilai keulamaan, garis ideologis, dan arah perjuangan partai yang sejak awal berdiri berakar kuat pada tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

“PKB membutuhkan Dewan Syura yang aktif, yang bisa membimbing, memberi nasihat, dan menjaga arah perjuangan partai. Karena itu, kami menunjuk pelaksana tugas agar roda organisasi tetap berjalan,” ujar Cak Imin.

Pengunduran Diri Ma’ruf Amin

Sebelumnya, pada 23 Desember 2025, Masduki Baidlowi Juru Bicara Ma’ruf Amin sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digital, mengumumkan bahwa Ma’ruf Amin resmi mengundurkan diri dari dua jabatan penting, yakni Ketua Dewan Pertimbangan MUI dan Ketua Dewan Syura DPP PKB.

Masduki menjelaskan, pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi Ma’ruf Amin yang dilandasi pertimbangan usia, kesehatan, serta keinginan untuk memberi ruang regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi keagamaan dan partai politik.

Adapun surat pengunduran diri Ma’ruf Amin kepada Anwar Iskandar Ketua Umum MUI, tercatat ditujukan pada 28 November 2025.

“Sudah saatnya saya untuk istirahat dan mengundurkan diri dari kepengurusan MUI, demi regenerasi tugas dan tanggung jawab kepada tokoh lain yang lebih muda dan kompeten,” kata Ma’ruf dalam surat tersebut.

Tak lama kemudian, pada 24 Desember 2025, Ahmad Iman Sukri Ketua Bidang Komunikasi Informasi Teknologi DPP PKB mengonfirmasi bahwa Ma’ruf Amin telah lebih dulu mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Syura PKB.

Iman menjelaskan, Ma’ruf Amin telah menyampaikan langsung niat tersebut kepada Abdul Muhaimin Iskandar Ketua Umum DPP PKB. Pengunduran diri itu berkaitan dengan keputusan Ma’ruf Amin untuk menjalani uzlah atau pengasingan diri, dengan memusatkan perhatian pada ibadah kepada Allah SWT.

“Beliau sudah menyampaikan kepada Ketua Umum bahwa ingin uzlah, ingin lebih fokus beribadah,” ujar Iman.

Posisi Dewan Syura dalam PKB

Dalam struktur PKB, Dewan Syura memiliki kedudukan strategis dan historis. Lembaga ini berfungsi sebagai penjaga nilai moral, etika politik, serta arah ideologis partai. Dewan Syura juga menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan penting yang berkaitan dengan prinsip keagamaan, ke-NU-an, dan kebangsaan.

Sejak PKB didirikan pada 1998 sebagai partai politik berbasis warga NU, Dewan Syura ditempatkan sebagai simbol keterikatan struktural dan kultural partai dengan para kiai dan pesantren.

Tokoh-tokoh yang duduk di Dewan Syura sendiri, umumnya merupakan ulama kharismatik dengan rekam jejak panjang dalam dunia keislaman dan sosial kemasyarakatan.

Contohnya Ma’ruf Amin yang merupakan salah satu figur sentral dalam sejarah Dewan Syura PKB. Selain dikenal sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), ia juga memiliki pengalaman panjang di MUI serta lembaga-lembaga keislaman nasional, sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 2019–2024.

Pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Dewan Syura PKB menandai berakhirnya satu fase penting dalam perjalanan partai, sekaligus membuka ruang bagi regenerasi kepemimpinan ulama di internal PKB.

Sosok K.H. Manarul Hidayah

Adapun penunjukan K.H. Manarul Hidayah sebagai Pelaksana Tugas Ketua Dewan Syura PKB dinilai sebagai langkah untuk menjaga kesinambungan tradisi keulamaan di tubuh partai.

Kiai Manarul Hidayah dikenal sebagai tokoh NU yang memiliki latar belakang pesantren serta pengalaman dalam pembinaan umat dan organisasi keagamaan.

Meski belum diumumkan secara rinci rekam jejaknya dalam pernyataan resmi partai, sejumlah kader PKB menilai K.H. Manarul Hidayah sebagai figur yang memahami betul karakter PKB sebagai partai berbasis Islam moderat, nasionalis, dan berpijak pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Status pelaksana tugas sendiri bersifat sementara. PKB membuka peluang untuk menetapkan Ketua Dewan Syura definitif melalui mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, baik melalui rapat pimpinan nasional (Rapimnas) maupun muktamar.

Konsolidasi PKB Pasca-Pemilu

Penunjukan Plt Ketua Dewan Syura ini berlangsung di tengah agenda konsolidasi nasional PKB pasca Pemilu 2024. Partai yang hingga kini masih dipimpin Cak Imin tersebut tengah melakukan penguatan struktur dengan melantik pimpinan DPW di seluruh Indonesia, sekaligus menyusun strategi politik jangka menengah dan panjang.

Dalam beberapa kesempatan, Cak Imin sendiri menekankan pentingnya keseimbangan antara peran ulama dan kader muda. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan menjadi kebutuhan mendesak agar PKB tetap relevan dengan dinamika sosial dan politik yang terus berubah.

Langkah Ma’ruf Amin untuk mundur dan memberi ruang kepada generasi berikutnya dipandang sejalan dengan semangat tersebut. Di sisi lain, PKB berupaya memastikan bahwa nilai-nilai keislaman moderat, kebangsaan, serta keberpihakan kepada rakyat kecil tetap menjadi fondasi utama perjuangan partai.

Menjaga Marwah dan Arah Partai

Dengan ditunjuknya K.H. Manarul Hidayah sebagai Plt Ketua Dewan Syura, PKB berharap stabilitas internal tetap terjaga. Dewan Syura diharapkan tetap aktif menjalankan fungsi pembinaan moral dan ideologis, khususnya dalam menghadapi dinamika politik nasional yang semakin kompleks.

Cak Imin menegaskan, pergantian kepemimpinan di Dewan Syura tidak akan mengubah garis besar perjuangan PKB. Sebaliknya, langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat konsolidasi internal dan menjaga marwah partai sebagai rumah besar kaum nahdliyin di ranah politik nasional.

Ke depan, PKB akan terus menjalin komunikasi intensif dengan para kiai, ulama, dan tokoh masyarakat. Partai menargetkan agar setiap keputusan politik tetap berpijak pada nilai keadilan, kemaslahatan umat, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan demikian, penunjukan Plt Ketua Dewan Syura bukan hanya persoalan pergantian jabatan, tetapi juga bagian dari proses regenerasi dan penguatan institusi PKB dalam menghadapi tantangan politik ke depan. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 4 Februari 2026
31o
Kurs