Menurut Puan, kedua isu tersebut harus diwujudkan dalam kebijakan nyata di masing-masing negara anggota.
“Kedua isu ini bukan sekadar wacana, melainkan tanggung jawab legislatif yang harus diterjemahkan ke dalam regulasi dan pengawasan yang nyata di masing-masing negara,” katanya.
Puan juga mengingatkan bahwa penyelenggaraan AIPA Caucus tahun ini bertepatan dengan peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC), yang menjadi tonggak penting dalam menjaga stabilitas kawasan.
“ASEAN Way telah menjadi kekuatan utama yang menopang sentralitas ASEAN dan menjaga stabilitas kawasan. Nilai-nilai tersebut harus terus kita perkuat dan wariskan kepada generasi ASEAN berikutnya,” tutur Puan.
Menutup sambutannya, Puan secara resmi membuka Sidang ke-17 AIPA Caucus dan berharap forum tersebut menghasilkan kontribusi nyata bagi masa depan ASEAN.
“Mari kita jadikan AIPA Caucus ke-17 ini sebagai bukti nyata bahwa parlemen memiliki peran strategis dalam menjaga masa depan ASEAN yang stabil, damai, dan sejahtera,” pungkasnya. (faz/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

