Kamis, 11 Juni 2026

Wamenlu: Tawaran Prabowo untuk Jadi Mediator AS-Iran Selalu Terbuka

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Arrmanatha Nasir Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI saat ditemui seusai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: Antara

Arrmanatha Nasir Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI menegaskan tawaran Prabowo Subianto Presiden RI untuk menjadi mediator antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terbuka, meski ketegangan kedua negara kembali memanas.

“Tawaran selalu terbuka, tetapi tentunya hal tersebut memerlukan kesepakatan dari semua pihak,” kata Tata sapaan akrabnya, usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Tata, tawaran tersebut merupakan bentuk niat baik Prabowo untuk berperan dalam upaya penyelesaian konflik yang tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat, tetapi juga terhadap stabilitas global.

Ia mengatakan Prabowo selalu siap memberikan jasa baiknya (good offices) untuk mendukung proses perdamaian dan dialog antarpihak yang berkonflik.

“Ini adalah niat baik dari Prabowo Presiden, di mana beliau selalu mengatakan siap memberi jasa baiknya,” ujarnya.

Wamenlu juga menyayangkan pecahnya kembali bentrokan antara AS dan Iran setelah sempat terjadi gencatan senjata dan proses negosiasi. Menurutnya, konflik yang berkepanjangan akan menimbulkan dampak luas, termasuk terhadap perekonomian dan keamanan internasional.

“Kita pun kembali menyerukan agar semua pihak segera kembali melakukan gencatan senjata dan melakukan perundingan,” katanya.

Tata menambahkan, perang yang terus berlanjut tidak hanya merugikan masyarakat di negara-negara yang terlibat konflik, tetapi juga memberi dampak terhadap banyak negara lain di dunia.

Sebelumnya, saat konflik AS-Israel dan Iran pecah pada 28 Februari 2026, Prabowo Presiden telah menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog guna membantu memulihkan situasi keamanan di kawasan.

“Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI pada 28 Februari lalu.

Langkah tersebut disebut sebagai wujud komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif menjaga perdamaian dan stabilitas global, sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia.

Ketegangan terbaru kembali pecah pada, Kamis (11/6/2026) dini hari waktu setempat, ketika bentrokan antara pasukan AS dan Iran dilaporkan terjadi di perairan Teluk Persia dan Teluk Oman.

Di tengah meningkatnya eskalasi, Markas Besar Khatam al-Anbiya juga mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz untuk pelayaran komersial. Keputusan tersebut menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur perdagangan dan distribusi energi dunia. (ant/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Kamis, 11 Juni 2026
Kurs