Rabu, 1 Februari 2023

Black Campaign Beda Dengan Negative Campaign

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan

Di dunia politik, membeberkan kegagalan lawan politiknya sah-sah saja, asalkan hal itu sesuai dengan fakta dan benar adanya. Tidak mengada-ada ataupun memfitnah.

Baik Indonesia mupun negara lain, upaya ini pasti ada, hanya caranya yang berbeda-beda. Di negara lain untuk membeberkan kegagalan lawan politiknya itu bisa dilakukan melalu iklan di surat kabar atau telivisi.

Tapi cara seperti itu tidak bisa dilakukan di Indonesia. Selain tidak etis, periklanan di Indonesia menjunjung tinggi etika, tidak boleh menjelek-jelekkan dan menyerang pihak lain meskipun faktanya benar.

Pendapat ini disampaikan Fadlizon, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra yang juga tim pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta.

Menjawab pertanyaan repoter suarasurabaya.net di Jakarta tentang kampanye hitam (black campaign) melalui pesan singkat, Fadlizon menyampaikan masyarakat Indonesia, masih ada yang belum paham definisi antara negative campaign dan black campaign.

Kalau ada pernyataan yang merugikan salah satu calon, tiba-tiba langsung dianggap kampanye hitam, padahal informasi itu berdasarkan fakta yang sebenarnya.

Misalnya saja, janji Jokowi mengatasi banjir dan macet di Jakarta dalam waktu tiga bulan setelah jadi Gubernur yang oleh banyak orang dianggap gagal.

Mendengar atau melihat informasi ini, para pendukung Jokowi akan menganggap ini bagian dari black campaign, padahal itu sesuai fakta. Jadi lebih tepatnya disebut negative campaign bukan black campaign.

“Sekarang juga sedang ramai dengan beredarnya video di jejaring sosial yang berisi pernyataan JK yang menilai Jokowi gagal menjadi Gubernur DKI dan menyarankan sebaiknya tidak nekat jadi presiden RI,” kata dia.

Itu asli pernyataan JK sebelum dipinang Jokowi jadi cawapres dan JK juga sudah mengakui itu pernyataannya. Namun ketika pernyataan JK itu diputar di televisi, kubu Jokowi langsung protes dan ini dikatagorikan kampanye hitam.

Sementara itu, Prabowo sendiri juga belum aman dari kampanye hitam, ada media yang mem-bully Prabowo yang menyatakan dia berkewarganegaraan Yordania.

“Mana mungkin bisa menjadi capres kalau berkewarganegaaran asing. Kalau ini asli kampanye hitam,” kata dia.

Umumnya kampanye hitam dilakukan orang orang panik, yang biasa menghalalkan segala cara, kata Fadlizon menambahkan. (jos/ain/ipg)

Berita Terkait