Jumat, 3 Februari 2023

Pernyataan Dukungan Kepala Daerah Dalam Pilpres Bisa Jadi Pemicu Isu Sara

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Yossa Nainggolan Manajer Riset dan Program The Indonesia Institute (TII) (tengah). Foto: Faiz suarasurabaya.net

Yossa Nainggolan Manajer Riset dan Program The Indonesia Institute (TII) menilai pernyataan seorang kepala daerah yang mendukung satu diantara Capres dan Cawapres bisa menjadi pemicu isu Sara yang bisa memecah belah masyarakat.

“Itu memang terbukti, kita bisa lihat ketika statement itu berbunyi, kemudian muncul gejolak di masyarakat yang kemudian ada pembelahan di tingkat masyarakat dan itu terjadi,” ujar Yossa dalam diskusi Empat Pilar MPR RI “Isu SARA dalam Pilpres Hancurkan Kebhinekaan” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Tetapi, Yossa tidak setuju jika pernyataan dukungan kepala daerah itu merupakan dan masuk dalam kategori isu SARA.

“Saya tidak terlalu yakin kalau itu isu SARA,” jelasnya.

“Ini soal leadership. Tapi saya setuju kalo statement itu bisa menjadi trigger (pemicu) yang kemudian menjadi isu Sara,” imbuhnya.

Dia mengakui jika menjelang pilpres ini, isu SARA selalu dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Yang terakhir ada kasus warga China masuk DPT (Daftar Pemilih Tetap) KPUD Cianjur. Padahal, seorang WNA tidak memiliki hak pilih dalam pemilu.

“SARA yang dibungkus dalam politik berpotensi memecah belah bangsa. Seharusnya KPU konsisten yang terbukti melanggar UU dan aturan pemilu harus ditindak tegas,” kata Yosa.(faz/wil/ipg)

Berita Terkait