Senin, 6 April 2020

Angpau dan Kostum Bola Untuk Minimalkan Golput

Laporan oleh Teguh Ardi Srianto
Bagikan

Untuk meminimalkan angka golput dalam pemilu legislatif (pileg), dua TPS di Kelurahan Morokrembangan punya cara unik. Ini terliihat di TPS 43 dan 44 Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.

Soedjono Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 43 Kelurahan Morokrembangan mengatakan, di TPS-nya, semua petugas KPPS sengaja menggunakan kostum bola dari negara-negara peserta Piala Dunia 2014, untuk menarik perhatian dan mengurangi potensi golput dari warga yang DPT-nya masuk di TPS 34. “Cara ini dilakukan untuk menarik perhatian warga, sekaligus untuk menyambut datanganya demam piala dunia yang sebentar lagi akan digelar,” ujar Soedjono, Rabu (9/4/2014).

Menurut Soedjono, dari 315 Daftare Pemilih Tetap (DPT) yang ada di TPS-nya, sudah lebih dari 50 persen sudah menggunakan hak pilihnya sampai jelang pukul 11:00 WIB. “Kalau jumlah pemilih terus bertambah, saya optimis jumlah DPT yang menggunakan haknya bisa sampai 80 persen lebih,” jelasnya.

Penggunaan kostum bola itu, baru dilakukan dalam pileg 2014 ini, karena dalam pilpres, pilgub dan pilwali yang lalu, petugas KPPS di TPS-nya menggunakan pakaian yang berbeda-beda, mulai dari pakaian superhero, wali songo, reog, anti narkoba dan menyesuaikan trend yang ada.

Sementara di TPS 44 Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, KPPS di TPS itu, sepakat menyumbangkan sebagian honor mereka untuk dijadikan angpau.

Muhammad Kuderi Ketua KPPS TPS 44 Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan mengatakan, selain dari uang honor, angpau yang dibagikan pada warga itu juga diambilkan dari anggaran sewa terop yang diberikan KPU Surabaya. “Karena warga sudah punya terop sendiri, maka uang sewanya digunakan untuk jadi angpau. Ini dilakukan agar angka golput tidak tinggi dan kebiasaan itu, dilakukan setiap digelarnya pemilu,” ujar Kuderi.

Angpau untuk warga itu digantung dengan tali dan dibungkus amplop putih, dan hanya disiapkan untuk 150 warga yang datang lebih awal ke TPS. “Kalau mereka datangnya siang, maka mereka sudah pasti tidak kebagian angpau,” papar Kuderi. Untuk nominal angpau yang diberikan pada warga, besarannya antara Rp 2.000-50.000,- dengan total Rp 500.000,-.

Sementara dari 426 DPT di TPS-nya, sampai jelang pukul 12:00 WIB, sudah lebih dari separuh warga yang ada di sekitar TPS 44 menggunakan hak pilihnya dalam pileg 2014. (tas)

Teks Foto :
– Situasi TPS 43 Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Rabu (9/4/2014).
Foto : Teguh suarasurabaya.net

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Senin, 6 April 2020
27o
Kurs