Rabu, 24 Juni 2026

Kesenian Kuntulan Tampil Sebagai Pembuka Gandrung Sewu

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Festival Gandrung Sewu. Foto: shutterstock.com

Meski sebelumnya menerima penolakan dari ormas Front Pembela Islam (FPI), Festival Gandrung Sewu yang digelar Sabtu (20/10/2018), di Banyuwangi, dipastikan kembali menyajikan kekayaan seni yang beragam.

Menurut laporan Ben Subrata dari Radio Mandala Banyuwangi dalam Jaring Radio Suara Surabaya, Sabtu (20/10/2018), tahun ini, seni hadrah Kuntulan mewarnai Festival Gandrung Sewun yang telah digelar rutin selama tujuh tahun terakhir.

MY Bramuda Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, mengatakan kesenian hadrah Kuntulan akan menjadi pembuka pagelaran ini. Sebanyak 150 anak muda akan melantunkan bait-bait pujian islami dengan alunan musik hadrah.

Bramuda menjelaskan, tahun ini pagelaran Gandrung Sewu mengangkat tema ‘Layar Kumendung’. Tema ini menceritakan kisah heorisme bupati pertama Banyuwangi, Raden Mas Alit atau Temenggung Wiroguno I, dalam menentang kependudukan VOC Belanda.

Dalam perjuangannya, Raden Mas Alit gugur dalam ekspedisi pelayaran atau ‘layar’ hingga menyebabkan kesedihan atau ‘kumendung’ bagi rakyat Banywuangi.(tin/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 24 Juni 2026
32o
Kurs