Rabu, 8 April 2020

Table Top Cendera.mata Ragam Perca, Hadirkan Produk Berbahan Kain Perca

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Table Top Cendera.mata Ragam Perca, hadirkan ragam produk kerajinan kain perca yang digemari masyarakat, mulai Minggu (1/3/2020) di House of Sampoerna.

House of Sampoerna (HoS) hadirkan ragam produk kerajinan kain perca, Minggu (1/3/2020) dalam gelaran Table Top Cendera.mata Ragam Perca. Produk tas, dompet berbahan kain perca dari beberapa komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jawa Timur.

House of Sampoerna yang berdiri sejak tahun 2003 satu diantara fokus utamanya memberikan dukungan pada UMKM Jawa Timur yang diwujudkan melalui Cindera.mata Museum Shop. Secara berkala setiap bulan, Cendera.mata menggelar program Table Top mendukung perkembangan usaha kreatif dari UMKM.

Table Top Cendera.mata Ragam Perca, berawal dari ide sederhana memanfaatkan bahan yang ada disekitar, mampu menginspirasi tiga UMKM Jawa Timur, diantaranya adalah Kartini Bordir, Mentawai dan Amardian.

Pengunggunaan kain perca sebagai bahan baku utama mampu menjadi satu diantara peluang bisnis yang menguntungkan. Ragam produk kerajinan kain perca seperti tas, dompet dapat dihasilkan menjadi produk bernilai jual tinggi yang digemari masyarakat.

Kartini Bordir, mengawali proses kreatif dari mengikuti pelatihan UMKM gelaran Pemerintah Kota Surabaya melalui program Pahlawan Ekonomi, Kartini Hari Asih mengolah kain perca menjadi berbagai tas berbagai macam ukuran dan model.

Di lingkungan Kartini Hari Asih, banyak ibu-ibu berprofesi sebagai penjahit, namun mereka kesulitan mengolah limbah sisa kain jahitan yang mereka kerjakan. Kegiatan yang telah berjalan sejak 2010 berkembang pesat mampu menghasilkan 50 kerajinan setiap hari.

Mentawai, adalah komunitas membordir yang dipimpin Ruskayanti sejak 2009 lewat program pelatihan. Ruskayanti memberanikan diri merintis usaha sendiri sejak tahun 2014. Di sekitar tempat tinggalnya di Bogangin, Surabaya, produk UMKM Mentawai yang dimiliki Ruskayanti kini mampu menghasilkan 400 tas tiap bulan.

Amardian, mengawali usaha sepatu rajut tahun 2016. Didik Haryono pemilik Amardian kemudian mengembangkan ragam jenis produk kerajinan seperti tas dengan desain unik dan berkarakter. Didik mengikuti pelatihan kewirausahaan Sampoerna (PPK Sampoerna) guna terus mengembangkan usahanya.

Penyelengaraan Table Top merupakan program bulanan yang diselenggarakan House of Sampoerna melalui Cendera.mata, bertujuan mengangkat prouduk-produk baru untuk dipromosikan sekaligus melihat potensi dan minat pasar akan produk tersebut.

Program ini juga untuk memfasilitasi ragam produk UMKM sebagai sarana kontribusi dan media promosi. Konsep Cendera.mata yang ditujukan membantu UMKM untuk memastikan keberlanjutan usahanya, menerapkan kebijakan dimana sebagian besar hasil penjualan kembali ke UMKM agar dapat dipergunakan sebagai modal usaha.

Rani Anggraini Manager Museum & Marketing House of Sampoerna menyampaikan bahwa program ini terbuka untuk masyarakat luas dan dipersilahkan hadir di Table Top Cendera.mata Ragam Perca.

“Silahkan hadir dan langsung melihat apa saja koleksi atau karya yang dihasilkan oleh Kartini Bordir, Mentawai dan Amardian,” terang Rani Anggraini, Selasa (25/2/2020).

Melalui program Table Top Cendera.mata Ragam Perca dijadwalkan bakal digelar mulai Minggu (1/3/2020) sampai dengan Selasa (31/3/2020) di Cendera.mata, pengunjung HoS dapat menikmati aneka produk kreativitas UMKM Jawa Timur. (tok/bas/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Blega, Bangkalan

Banjir di depan Lippo Plaza Sidoarjo

Banjir di Sememi

Kebakaran Rumah di Griya Kebraon Tengah

Surabaya
Rabu, 8 April 2020
28o
Kurs