Kamis, 30 Juni 2022

Kenali Beda Penyakit Radang Usus Kronis dan GERD

Laporan oleh Achmad Zainal Alim
Bagikan
Ilustrasi penderita radang usus. Foto: Antara/Shutterstock

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum mengenal tentang penyakit Imflammatory Bowel Disease (IBD) atau radang usus kronis, tak sedikit juga yang menganggapnya sebagai diare, tifus ataupun GERD (Gastroesophageal reflux disease).

Prof. dr. Marcellus Simadibrata, Ph.D, Sp.PD, KGEH, FACG, FASGE, Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RSCM-FKUI mengatakan IBD berbeda dengan tiga penyakit di atas terlebih GERD meski ada beberapa IBD yang menyerang lambung.

Prof. Marcellus menyebutkan IDB adalah penyakit yang lebih banyak menyerang usus sehingga keluhannya lebih banyak pada usus seperti diare atau nyeri pada bagian abdomen bawah, seperti dilansir Antara, Rabu (20/1/2021).

“Kalau GERD penyakit saluran cerna bagian atas, jadi lebih banyak keluhannya nyeri, mual, kembung, muntah, kalau GERD asam lambungnya naik,” ujar Prof. Marcellus dalam bincang-bincang virtual pada Rabu.

“Kalau IBD lebih banyak di saluran cerna bagian bawah walaupun IBD bisa timbul pada lambung juga tapi lebih banyak saluran cerna bagian bawah,” kata Prof. Marcellus melanjutkan.

IBD bisa disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya makanan kotor atau tercemar yang dapat menyebabkan infeksi dan radang usus sehingga muncul gejala diare dan diare berdarah.

Penyakit autoimun pada usus ini juga dapat menyerang semua usia, khususnya pada angka produktif yakni 20-50 tahun.

“Anak-anak juga bisa tapi memang tidak sebanyak pada usia produktif. Kalau anak-anak kena, asupan nutrisinya akan berkurang sehingga menyebabkan pertumbuhannya terganggu, nanti tidak gede-gede, harus diobati sebaik mungkin agar penyakitnya tidak menimbulkan efek samping,” kata Prof. Marcellus.(ant/lim)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 30 Juni 2022
32o
Kurs