Senin, 29 November 2021

Manfaat Kulit Kentang, Menyembuhkan Luka Sampai Mencegah Anemia

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi kentang.

Kentang adalah sayuran atau umbi-umbian yang dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan dari ujung rambut hingga kaki. Tetapi banyak yang belum menyadari kulit kentang ternyata juga punya beragam khasiat.

Sejumlah zat yang tekandung di dalam kentang dan kulitnya cukup beragam. Mulai protein, serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, potasium, sodium, seng, tembaga, mangan, selenium, vitamin C dan B, serta folat.

Meski demikian, sejumlah ahli mengingatkan, kulit kentang yang terlihat hijau agar tidak dimakan. Para ahli menegaskan, bila itu tetap dilakukan, justru akan menyebabkan bahaya bagi tubuh.

Penjelasannya, kentang merupakan umbi yang tumbuh di bawah tanah. Ketika terkena cahaya atau dingin lebih lama, kentang akan memproduksi klorofil sebagai proses alamiah.

Klorofil yang dihasilkan itu mengarah pada pembentukan solanin alkaloid yang memberikan rasa pahit pada kentang. Bila zat ini turut dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak justru akan menjadi racun dan bisa menyebabkan banyak masalah pencernaan.

Tidak hanya itu, kentang juga mengandung sejumlah besar solanin yang tidak bisa hancur begitu saja dengan merebusnya. Tetap zat ini bisa hilang bila kentang diolah dengan cara menggorengnya.

Berdasarkan keterangan para ahli, berikut ini ada sejumlah manfaat kesehatan dari kulit kentang yang dilansir Boldsky, dikutip Antara, Senin (20/9/2021).

Baik untuk kesehatan jantung

Menurut sebuah penelitian, kulit kentang memiliki aktivitas penangkal radikal atau antioksidan yang kuat karena adanya dua senyawa fenolik dominan, asam klorogenat dan asam galat.

Senyawa ini bisa membantu menjaga kesehatan jantung serta mengurangi kerusakan jantung akibat radikal bebas. Kulit kentang juga mengandung sejumlah besar potasium yang merupakan elemen baik untuk mengatur tekanan darah dalam tubuh.

Memiliki sifat antibakteri dan antijamur

Kulit kentang memiliki senyawa antimikroba yang kuat terhadap berbagai infeksi bakteri dan jamur. Senyawa itu muncul karena adanya senyawa organik terpen dan flavonoid pada kulitnya.

Bila dikonsumsi, senyawa itu akan membantu tubuh mencegah infeksi dan menjaga kesehatan seseorang. Selain itu, sifat bakteriostatik kulit kentang dianggap aman untuk industri pengolahan makanan karena secara alami membantu melindungi patogen bawaan makanan dan membantu pengawetan makanan.

Membantu menyembuhkan luka

Studi mengatakan bahwa kulit kentang bertindak sebagai penyembuh luka alami dan dapat membantu menyembuhkan luka dan mencegah pertumbuhan bakteri yang berlebihan di area kulit yang terkena.

Ia memiliki kemampuan untuk menginduksi penyembuhan kulit dengan mendorong pertumbuhan sel dan memberikan kekuatan tarik pada kulit yang terluka. Kulit kentang mudah didapat, tidak terlalu terasa sakit jika diaplikasikan, dan lebih baik dari kain kasa.

Memiliki sifat antivirus

Kulit kentang tidak hanya punya sifat antibakteri dan antijamur, tetapi juga sifat antivirus terhadap virus enterik, yakni virus manusia yang terutama ditularkan melalui rute fekal-oral, muntah, kontak langsung orang ke orang, atau melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.

Asam klorogenik dan caffeic dalam kulitnya adalah senyawa fenolik utama yang bertanggung jawab atas aktivitas antivirusnya.

Mencegah anemia

Menurut sebuah penelitian, kentang panggang (1,08 mg) dan kentang yang dimasak dengan microwave (1,24 mg) beserta kulitnya memberikan sejumlah zat besi yang cukup maksimum bagi tubuh.

Penelitian lain menyebutkan, kulit kentang mengandung 55 persen zat besi dari total kandungan zat besi umbi. Seperti kita ketahui, zat besi adalah komponen penting untuk menjaga produksi dan suplai sel darah merah dalam tubuh. Konsumsi kulit kentang bisa membantu mencegah atau mengurangi risiko penyakit seperti anemia.

Membantu menurunkan berat badan

Kulit kentang adalah makanan pokok yang rendah lemak, tinggi energi, dan dikemas dengan banyak nutrisi. Mulai dari vitamin B, vitamin C, kalium, juga serat makanan. Mengonsumsi hidangan kulit kentang membantu Anda tetap berenergi dan kenyang lebih lama, dan juga menjaga kalori tetap terkendali

Memiliki antosianin

Antosianin adalah flavonoid yang memberi warna alami pada buah atau sayuran. Umbi-umbian seperti kentang, terutama merah, kuning, dan ungu memiliki banyak flavonoid penting yang terkait dengan beberapa manfaat kesehatan.

Kulit kentang memiliki kandungan antosianin yang lebih banyak daripada dagingnya yang mampu membantu pencegahan penyakit radang hingga penyakit kronis. Mengonsumsi kulit kentang akan memberikan berbagai manfaat dalam tubuh orang-orang dari semua kelompok umur.

Membantu mengurangi kadar glukosa

Sebuah penelitian berbicara tentang efek anti-diabetes dan antihiperglikemik dari kulit kentang. Dikatakan bahwa serat makanan dan polifenol dalam bubuk kulit kentang bisa membantu mengurangi kadar glukosa ketika ditambahkan ke dalam makanan selama empat minggu.

Selain itu, kulit kentang juga membantu mengurangi kerusakan hati dan ginjal akibat radikal bebas serta meningkatkan fungsinya pada penderita diabetes. Kulit kentang juga membantu mencegah kerusakan saraf mata akibat glukosa yang tinggi.

Memiliki sifat kemopreventif atau melawan kanker

Kentang secara alami mengandung glikoalkaloid untuk melindungi diri dari serangga dan herbivora. Saat terkena cahaya, konsentrasi bahan kimia ini meningkat dan dapat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Namun, dalam jumlah yang sedikit, dapat memberikan banyak manfaat positif. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa glikoalkaloid yang murni terisolasi memiliki sifat antikarsinogenik yang dapat membantu mencegah berbagai jenis kanker seperti serviks, hati, perut, dan limfoma.

Membantu pengelolaan necrotising fasciitis

Necrotising fasciitis (NF) adalah bentuk kondisi kulit yang langka, fatal, dan agresif. Seperti disebutkan di atas, kulit kentang bekerja sangat baik untuk kulit yang terluka, tetapi juga bisa efektif untuk banyak luka kulit kronis yang menyebar dengan cepat dan polimikroba, seperti NF.

Sebuah penelitian menunjukkan,ketika diterapkan pada luka berbasis nekrosis kulit kentang dapat membantu mengobatinya dengan berbagai modalitas. Terutama karena kandungan glikoalkaloid dalam kentang seperti alpha chaconine dan alpha solanine yang bertindak sebagai senyawa toksik bagi mikroorganisme.(ant/tin/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 29 November 2021
29o
Kurs