Senin, 25 Oktober 2021

Pengamat Fesyen Sebut Pakaian Streetwear akan Makin Booming

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Koleksi Erigo x Shopee yang ditampilkan dalam gelaran New York Fashion Week 2022. Foto: Antara

Beberapa hari yang lalu, Erigo menjadi brand lokal satu-satunya dari Indonesia yang tampil di panggung New York Fashion Week New York Fashion Week (NYFW) 2022 yang dihelat 8-12 September 2021. Erigo menampilkan koleksi streetwear dan langsung berhasil mencuri perhatian publik.

Pakaian streetwear sendiri adalah jenis pakaian casual yang nyaman dipakai, namun tetap stylist. Item yang paling penting dari streetwear seperti t-shirt, hoodie hingga jaket.

Yoanita Kartika Sari Thalele Dosen Dosen Fashion Design Universitas Ciputra mengatakan, fesyen streetwear diprediksi akan semakin banyak digandrungi pada beberapa waktu ke depan. Menurutnya, ini karena tema streetwear lebih simpel, jenis pakaian yang bisa digunakan di rumah namun juga nyaman digunakan untuk hang out atau ke luar rumah.

Ia mengatakan, tema streetwear tak bisa lepas dari bentuk inovasi fesyen yang sedang berkembang di tengah pandemi Covid-19, yang mana orang membutuhkan pakaian yang antiribet dan mudah dikenakan.

“Seperti streetwear, itu kan santai tapi easy to wear. Seperti pakaian rumah tapi bisa dipakai ke luar. Effortless. Karena pandemi ini orang-orang lebih suka baju yang lebih santai dan nggak ribet,” kata Yoanita kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (18/9/2021).

Kreasi lain yang muncul di tengah pandemi ini adalah penggunakan pakaian yang berbahan parasut, yang lebih mudah dicuci dan dibersihkan.

Hal ini terlihat dari mulai banyaknya brand yang mengeluarkan pakaian yang bersifat pelindung seperti jaket, yang berbahan antibakteri. Tak heran, jika fesyen terus berkembang meski di tengah pandemi, karena selalu beradaptasi dengan kondisi sekarang.

“Kedua, yakni pakaian yang kalau kita gunakan ke luar bisa melindungi. Di dunia fesyen bisa jadi pakaian-pakaian yang mudah dibersihkan seperti jaket berbahan parasut. Sekarang juga banyak perusahan tekstil yang mengeluarkan antibacterial materials sebagai kreasi fesyen di masa Covid,” paparnya.

Berbagai inovasi di atas menunjukkan, bahwa industri fesyen harus beradaptasi. Menurutnya, industri kreatif juga harus melihat peluang dan cepat beradaptasi.

Selain Erigo, lanjut Yoanita, sebenarnya masih banyak brand lokal lain yang berhasil tampil di dunia fesyen internasional karena memiliki kualitas yang bagus dan mampu bersaing.

Untuk itu, ia optimis bahwa ke depan, brand-brand lokal Indonesia memiliki peluang besar untuk bisa tampil di gelaran pertunjukan fesyen luar negeri, seperti Erigo beberapa waktu lalu.

“Wah, peluangnya sangat besar. Dari dulu banyak sekali brand-brand lokal yang join (ikut fashion show di luar negeri). Mungkin untuk kali ini yang berkesempatan Erigo. Tapi ini membuka peluang lagi brand lokal untuk tampil,” ujarnya.(tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Senin, 25 Oktober 2021
34o
Kurs