Rabu, 6 Juli 2022
Seri Berlayar dengan KRI Makassar 590 (1)

Berlayar ke Karang Jamuang dengan Kapal Tempur

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Deck atas kapal tempur KRI Makassar 590. Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Kru Suara Surabaya mendapat kehormatan untuk menumpang kapal tempur KRI Makassar 590 selama tiga hari mulai 20-22 Mei 2022 bersama siswa SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur dalam rangkaian Pelayaran Kebangsaan dan Bahari.

Empat kru Suara Surabaya yang berangkat yaitu Aprilio Abie, penyiar; Nadaa Ramadhanty, kreator konten; Dimas Wahyu Aditya, editor grafis; dan saya, Manda Roosa, reporter.

Kami bertolak dari Pangkalan Koarmada II pada Jumat (20/5/2022), menuju ke Pulau Karang Jamuang. Sebelum naik LPD (Landing Platform Dock) buatan Korea Selatan itu, banyak pikiran yang melintas dalam benak saya. Apa di atas tersedia air minum, ada minimarket, atau tersedia makanan yang cukup.

Kekhawatiran itu sirna seketika setelah saya naik tangga masuk kapal. Terpatnya di Deck H, saya melihat stan penjual makanan dan minuman. Mulai dari aneka minuman saset, berbagai variasi mi instan, minuman dingin sampai pentol cocol juga tersedia. Cukup mengejutkan, tapi melegakan. Ternyata ada penjual makanan di atas kapal tempur amfibi ini.

Terus berjalan masuk, saya juga menemukan kantin. Ruangannya lebih nyaman. Berpendingin ruangan, dilengkapi meja dan tempat duduk.

Selanjutnya, Lettu Laut (P) Aditya Kadiv Muat mengajak kami berempat melihat berbagai fasilitas di kapal sembilan lantai ini. Kapal ini mempunyai platform docking dan undocking untuk mengoperasikan LCU (Landing Craft Utility). LCU adalah jenis kapal yang digunakan oleh pasukan amfibi untuk mengangkut peralatan dan pasukan ke pantai.

Fungsi utama kapal tempur ini yaitu untuk mengangkut pasukan beserta seluruh perlengkapan dan kendaraannya. Kapal berteknologi desain semi stealth ini juga dapat difungsikan untuk untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam, misalnya menjadi Kapal Rumah Sakit.

Kapal ini mempunyai panjang 122 meter, lebar 22 meter tinggi keseluruhan 35 m itu dapat mengangkut sekitar 618 personel termasuk awak kapal, 22 ranpur/rantis, 15 Truk dan 3 helikopter. Kapal berdisplacement 7.600 ton itu, juga dilengkapi dengan landasan pendaratan helikopter (helipad).

Ada 46 kamar tidur di dalam kapal ini, masing-masing berkapasitas 22-40 orang dengan tempat tidur susun.

Kami berempat beserta siswa SMAN Taruan Nala bermalam di kamar-kamar itu. Abie dan Dimas tidur satu ruangan bersama tim dari Dinas Penerangan Koarmada II. Saya dan Dhanty bergabung bersama 40 siswi SMAN Taruna Nala.

Tepat pukul 19.00 WIB, agenda kami adalah makan malam bersama jajaran petinggi Koarmada II di meja makan bundar, dengan menu istimewa. Apa saja menunya dan bagaimana sensasi makan malam digoyang oleh ombak? Bersambung. (man/iss/faz)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
27o
Kurs