Kamis, 8 Desember 2022

Busana Ramah Lingkungan Hingga Karya UMKM Melenggang di Surabaya Fashion Parade

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Namira Ecoprint peragakan busana lewat para model, Kamis (6/10/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Surabaya Fashion Parade dengan tema pertamanya Incubator Show dimulai Kamis (6/10/2022) malam. Puluhan model berlenggak-lenggok dengan pakaian ramah lingkungan dan karya UMKM Surabaya.

Ada 11 desainer yang bergantian memamerkan karyanya dalam Surabaya Fashion Parade ini. Termasuk para pelaku usaha dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Surabaya.

Yang menarik, adalah karya-karya Namira Eco Print asal Surabaya yang berhasil menyulap daun-daun menjadi warna yang khas dalam setiap bajunya yang ramah lingkungan.

Yayuk Eko Agustin sang owner mengakui, semua karyanya yang memanfaatkan alam memang tidak dibuat dengan mudah dan cepat. Butuh waktu yang tidak instan.

Namun, semua terbayar ketika penonton dibuat terpukau melihat penampilan baju-baju karyanya.

“Kalau alam tidak bisa instan, jadi agak sulit. Semua dari alam. warna dari secang, daun mangga hijaunya cantik. semua daun, bahkan rumput bisa jadi warna. Ini ada jadi juga, daun yang tidak pernah ingkar janji pasti keluar warnanya. Hijau dari daun pisang,” kata Yayuk saat sesi konferensi pers sebelum acara.

Karya-karya UMKM yang tergabung dalam Dekranasda Kota Surabaya tampil di Surabaya Fashion Parade, Kamis (6/10/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Begitu juga belasan UMKM yang tergabung dalam Dekranasda Kota Surabaya. Karya-karya yang didominasi batik itu dipadupadankan hingga memberi kesan casual untuk dipakai remaja.

Pengunjung yang hadir turut mengabadikan momen seakan tak mau kehilangan referensi fashion yang ditampilkan.

Sementara itu, Dian Apriliana Dewi, Ketua Surabaya Fashion Parade menyebut gelaran ini menjadi bukti bahwa berkarya harus dilakukan dalam keadaan apa pun, termasuk pandemi.

“15 tahun mempertahankan SFP untuk tetap hadir bukan hal yang mudah, apa lagi saat pandemi perekonomian kita susah dan berdampak pada pegiat fashion. Tapi kita tetap hadir dalam kondisi apa pun karena berkarya tidak boleh setop, harus ada dengan kondisi apa pun,” kata Dian.

Selain itu masih ada tiga tema busana yang akan tampil bergantian selama Surabaya Fashion Parade hingga 9 Oktober 2022. (lta/gat/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Kamis, 8 Desember 2022
27o
Kurs