Rabu, 10 Agustus 2022

Cedera Olah Raga? Jangan Langsung Dipijat

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Ilutrasi. Lakukan Pemanasan sebelum olahraga untuk menghindari cedera.

Risiko dari olahraga adalah memang cedera. Gangguan kesehatan ini bisa semakin besar ketika tidak melakukan pemanasan dan pendinginan dengan baik. Lalu apa saja jenis cederanya?

Ikhwan Bakhri Fauzi, terapis olah raga dari Rumah terapi Humanity Therapy Care (HTC) mengatakan cedera paling parah mengakibatkan persendian geser dan dislokasi.

“Dislokasi, merupakan masalah terlepasnya tulang dari sendi atau posisi yang semestinya,” jelas Ikhwan kepada suarasurabaya.net, Sabtu (2/7/2022).

Terbiasa menangani atlet di berbagai pertandingan tingkat daerah hingga nasional, Ikhwan mengingatkan masalah cedera ini tidak hanya dialami atlet tapi masyarakat umum juga bisa.

Dia lalu memberi contoh misalnya, mengangkat beban berlebihan bisa sebabkan tekanan terhadap saraf, terutama yang terdapat pada tulang belakang. Hal ini yang menyebabkan saraf terjepit.

“Tulang belakang akan terasa sakit dan rasa sakitnya berpotensi menyebar hingga ke tangan, kaki, bahkan pinggul,” jelas alumni Universitas negeri Yogyakarta jurusan Ilmu Olahraga.

Beberapa cedera yang sering dialami oleh atlet, kata Ikhwan adalah cedera lutut, ini sering terjadi pada atlet lari, sepak bola, basket, voli, dan olahraga cabang atletik yang banyak bertumpu pada lutut.

“Jenis cedera saat olahraga ini bisa terjadi karena trauma seperti jatuh dan terbentur. Terlalu lama melakukan gerakan dengan lutut sebagai tumpuan juga bisa menjadi penyebabnya,” ungkapnya.

Selain lutut, cedera engkel juga sering dialami oleh para atlet. “Untuk cedera ringan bisa dilakukan pemijatan tapi semisal ada cedera engkel kaki sampai merah kehitaman, berarti ada jaringan yang robek, sebaiknya jangan dipijat dulu karena akan tambah membengkak,” sarannya.

Namun apabila cedera masih tergolong ringan, cara menyembuhkan cedera engkel dengan melakukan kompres dengan es batu.

“Mengompres pergelangan kaki dengan es batu dapat membantu mengurangi pembengkakan pada bagian yang mengalami cedera,”jelasnya.

Jika disertai gejala tertentu, seperti bengkak dan nyeri yang semakin berat pada cedera sebelumnya Ikhwan menyarankan untuk segera dapatkan bantuan medis. “Sebaiknya bila kita cedera, pertolongan pertama yang dilakukan adalah kompres es selama 15-20 menit untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangannya. Hindari penggunaan salep yang panas atau mengurut bagian yang cedera,” saran Ikhwan. (man/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Rabu, 10 Agustus 2022
25o
Kurs